Strategi Licik Sultan Agung, Racuni Sungai Brantas untuk Taklukan Surabaya

Senin, 21 November 2022 - 04:45 WIB
loading...
A A A
Tak tinggal diam, Kadipaten Surabaya bersama para sekutunya melakukan serangan balik untuk menghantam kekuatan Mataram. Sayangnya, serangan itu dapat dikandaskan Mataram pada tahun 1616 di dekat Pajang.

Mataram akhirnya melancarkan strategi dengan ekspedisi untuk menaklukkan sekutu-sekutu Kadipaten Surabaya. Upaya ini membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Pada tahun 1620, seluruh sekutu Kadipaten Surabaya berhasil ditakhlukkan pasukan Mataram, hingga wilayah Kadipaten Surabaya terkepung dari segala penjuru.

Serangan ke timur Jawa, hingga akhirnya berhasil mengepung pusat Kadipaten Surabaya, dimulai pasukan Sultan Agung, dengan menyerang wilayah selatan Kadipaten Surabaya, yakni di wilayah Malang, dan Pasuruan, pada tahun 1614. Upaya ini sempat mendapatkan perlawanan dari pasukan Surabaya, namun berhasil digagalkan.

Baca juga: Memalukan! Tim yang Didukung Kalah, Ratusan Suporter di Madina Bikin Rusuh

Tahun berikutnya, pada 1615, pasukan Sultan Agung berhasil menaklukkan Wirasaba. Bahkan, penaklukkan ini dipimpin sendiri oleh Sultan Agung. Akibat takut Tuban melakukan serangan dadakan, akhirnya Surabaya tak mengirimkan pasukan saat Wirasaba dihancurkan Sultan Agung.

Takluknya Wirasaba, menjadi ancaman besar bagi Kadipaten Surabaya, dan kerajaan-kerajaan kecil anggota sekutunya. Mereka akhirnya mengerahkan pasukan besar menuju Pajang, yang kala itu mulai membara dengan melancarkan pemberontakan ke Mataram.

Upaya pengumpulan kekuatan pasukan sekutu Kadipaten Surabaya, di Pajang, untuk membantuk pemberontakan ke Mataram, ternyata tercium oleh pasukan telik sandi Mataram yang berada di Tuban.

Pasukan sekutu Kadipaten Surabaya yang akan berangkat ke Pajang, ditipu oleh pasukan telik sandi Mataram, sehingga salah mengambil jalur yang sangat berat menuju Pajang. Laju pasukan tersebut akhirnya terhambat di wilayah Siwalan, dan dihancurkan pasukan Mataram pada Januari 1616.

Pasukan Sultan Agung, akhirnya berturut-turut meraih kemanangan menghadapi sekutu-sekutu Kadipaten Surabaya. Yakni menghancurkan Lasem pada tahun 1616, dan dilanjutkan penakhlukkan Pasuruan pada tahun 1616-1617.

Baca juga: Misteri Lawang Bledeg Masjid Demak, Gambar Petir Tangkapan Ki Ageng Selo

Bahkan, Pajang yang akhirnya melancarkan pemberontakan kepada Mataram, pada tahun 1617 juga berhasil dihancurkan oleh pasukan Mataram. Sisa-sisa pasukan dan pemimpin Pajang, akhirnya melarikan diri ke Kadipaten Surabaya.

Dalam ekspansi pasukan ke wilayah timur Jawa tersebut, Sultan Agung akhirnya mampu menaklukkan Tuban pada tahun 1619. Tuban merupakan salah satu kekuatan besar sekutu Kadipaten Surabaya, karena menjadi pusat pembangunan kapal-kapal laut penopang utama kekuatan angkatan laut Kadipaten Surabaya.

Hancurnya kerajaan-kerajaan kecil sekutu Kadipaten Surabaya, semakin memuluskan jalan pasukan Mataram untuk mengepung Surabaya dari segala penjuru. Pengepungan Surabaya ini, dimulai tahun 1620, hingga tahun 1625.

Butuh waktu lima tahun bagi pasukan Mataram untuk menaklukkan Kadipaten Surabaya. Hal ini disebabkan beratnya medan dan faktor alam yang harus dihadapi pasukan Mataram , di mana Kadipaten Surabaya berada di antara cabang-cabang Sungai Brantas sebagai benteng alami.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Kisah Strategi Cerdik...
Kisah Strategi Cerdik Panembahan Senopati Bikin Pasukan Pajang Kabur dari Mataram
Rebutan Takhta hingga...
Rebutan Takhta hingga Wanita Jadi Penyebab Pemberontakan Berdarah Era Kalingga dan Mataram
Janji Politik Raja Mataram...
Janji Politik Raja Mataram Bangun Tempat Penyeberangan di Tepi Sungai Bengawan Solo
Jejak Airlangga pada...
Jejak Airlangga pada Pendirian Kerajaan Jenggala dan Kediri
Dua Ilmuwan China Terlibat...
Dua Ilmuwan China Terlibat Bio-Smuggling, Universitas Michigan Jadi Sorotan
Kecerdasan Buatan OpenAI...
Kecerdasan Buatan OpenAI Berpontensi Bisa Membuat Senjata Biologis
3 Proyek Kontroversial...
3 Proyek Kontroversial yang Dituding Dijalankan USAID, dari Senjata Biologis hingga Covid
Rekomendasi
Hotman Paris Sindir...
Hotman Paris Sindir Mantan yang Pamer Pasangan Baru, Sindir Sarwendah?
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Berita Terkini
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved