Ratusan Warga OKU Emosi Sungai Ogan Tercemar Minta Kadis DLH Dicopot

Rabu, 08 Juli 2020 - 16:32 WIB
loading...
Ratusan Warga OKU Emosi...
Ratusan warga dari Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada Rabu (8/7/2020). Foto iNews TV/Widori
A A A
BATURAJA - Ratusan warga dari Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan pada Rabu (8/7/2020). Kedatangan mereka guna menyampaikan keluhan akibat keruhnya Sungai Ogan diduga tercemar akibat aktifitas penambangan batu milik PT Barus Family Jaya di kawasan Kecamatan Ulu Ogan dan Pengandonan.

Warga dari berbagai kalangan ini nyaris emosi lantaran Kepala Dinas tersebut tak bisa menjawab tuntutan yang disampaikan mereka.

Josi Robet didampingi Bowo selaku koodinator aksi tersebut menyampaikan jika Sungai Ogan merupakan sumber kehidupan warga OKU hampir seluruh warga memanfaatkan air sungai itu. (Baca: Asimilasi Dibatalkan, Pengacara Habib Bahar Smith Gugat Bapas Bogor ke PTUN)

Dikatakan mereka hasil laporan warga dan investigasi mereka ke lapangan jika air yang keruh tersebut akibat penambangan yang dilakukan PT tersebut.

"Kami sudah ke lokasi jadi sumber kekeruhan sungai sejak sebulan terakhir berasal dari penambangan PT Barus Famili Jaya," jelas Josi Robet.

Dikatakan mereka, saat ini pihaknya menuntut beberapa hal, diantaranya mencabut izin PT Barus Famili Jaya, menghentikan secara permanen operasional PT tersebut.

Dalam hal ini jelas mereka, Dinas Lingkungan Hidup OKU diduga main mata dengan PT tersebut sehingga dengan mudahnya memberi izin. Mereka menduga izin tersebut dipaksakan oleh karena itu pihaknya menuntut mencopot Kepala DLH OKU.

"Terkait menerbitkan izin UKL UPL PT Barus Family Jaya,. Kami minta Bupati OKU mencopot Kadin DLH OKU serta proses hukum Kepala dinas serta pejabat terkait karena kami menduga menerbitkan UKL UPL yang tidak sesuai prosedur," tegas mereka.

Lebih jauh dijelaskan mereka akibat kejadian itu,warga sekitar bahkan warga OKU tidak bisa menggunakan air Sungai Ogan, serta beberapa nelayan harus merelakan pendaparan mereka berkurang.

"Airnya sangat keruh, tidak layak pakai, sementara di hulunya jernih. Kami minta PT tersebut ditutup karena ajas manfaatnya tidak ada dirasakan warga OKU," tukasnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKU, Novri mengatakan jika pihaknya akan turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran itu bersama pihak lainnya.

Bahkan Novri mengaku kurang tau pasalnya dirinya saat itu belum menjabat. "Jadi proses penerbitan izinya itu punya tahapan, saat itu saya belum menjabat kadis," tukasnya seraya mengungkapkan akan meninjau lokasi tersebut.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Rekomendasi
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Berita Terkini
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved