Korban Dugaan Pemerkosaan Kapolsek Pinang Kirim Surat ke Kapolri
Rabu, 16 November 2022 - 11:24 WIB
loading...
RD (31) perempuan yang diduga menjadi korban pemerkosaan Kapolsek Pinang Iptu M Tapril menyurati Kapolri dan Kapolda Metro Jaya.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A
A
A
TANGERANG - RD (31) perempuan yang diduga menjadi korban pemerkosaan Kapolsek Pinang Iptu M Tapril menyurati Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. RD meminta agar Tapril dipecat sebagai anggota Polri karena khawatir mendapatkan intimidasi.
RD mengatakan, telah mengirimkan surat kepada Kapolda Metro Jaya dan Kapolri. "Seharusnya minggu lalu saya bertemu dengan Kapolda. Tapi karena saya terlambat datang jadi hanya ketemu perwakilannya," kata RD kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (16/11/2022).
RD meminta Tapril dipecat dari anggota Polri bukan hanya dimutasi sebagai Yanma. Dia beralasan dengan Tapril masih berstatus polisi, maka dapat mengintimidasinya."Saya khawatir diintimidasi," ucapnya. Baca: Diduga Buntut Kasus Pelecehan Seksual, Kapolsek Pinang Dicopot
Sebelumnya, Kapolsek Pinang Iptu Taprildicopot dari jabatannya sejak tanggal 29 Oktober 2022. Pencopotan ini diduga buntut dari postingan sebuah akun di media sosial dengan nama @andreli_48.
Postingan yang diunggah pada Senin (14/11/2022) itu menuliskan, bahwa seorang anggota polisi telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita.
RD mengatakan, telah mengirimkan surat kepada Kapolda Metro Jaya dan Kapolri. "Seharusnya minggu lalu saya bertemu dengan Kapolda. Tapi karena saya terlambat datang jadi hanya ketemu perwakilannya," kata RD kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (16/11/2022).
RD meminta Tapril dipecat dari anggota Polri bukan hanya dimutasi sebagai Yanma. Dia beralasan dengan Tapril masih berstatus polisi, maka dapat mengintimidasinya."Saya khawatir diintimidasi," ucapnya. Baca: Diduga Buntut Kasus Pelecehan Seksual, Kapolsek Pinang Dicopot
Sebelumnya, Kapolsek Pinang Iptu Taprildicopot dari jabatannya sejak tanggal 29 Oktober 2022. Pencopotan ini diduga buntut dari postingan sebuah akun di media sosial dengan nama @andreli_48.
Postingan yang diunggah pada Senin (14/11/2022) itu menuliskan, bahwa seorang anggota polisi telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita.
Lihat Juga :