4 Raja Tanah Jawa yang Mengundurkan Diri dari Takhtanya Bukan karena Dikudeta
Selasa, 15 November 2022 - 12:58 WIB
loading...
A
A
A
2. Tribhuwana Tunggadewi - Kerajaan Majapahit
Tribhuwana Tunggadewi merupakan salah satu raja wanita yang pernah memimpin Kerajaan Majapahit. Di era pemerintahannya, Majapahit semakin maju dan berhasil menaklukkan berbagai wilayah di luar Jawa.
Bersama Gajah Mada, Tribhuwana Tunggadewi juga melakukan ekspansi ke negara tetangga seperti Semenanjung Malaya, Tumasik, dan beberapa wilayah lainnya.
Namun, saat Gayatri meninggal dunia, Tribhuwana Tunggadewi memutuskan untuk mengundurkan diri dari takhtanya. Adapun alasannya karena dia sedari dulu memimpin Majapahit hanya untuk mewakili Ibunya saja.
Pada akhirnya, tampuk kekuasaan Majapahit diserahkan kepada Hayam Wuruk yang kala itu masih berusia 16 tahun.
Baca juga : Jejak HOS Tjokroaminoto, Raja Jawa Tanpa Mahkota Gurunya Soekarno, Muso, Semaun, dan Kartosuwiryo
3. Rakai Panangkaran - Mataram Kuno
Raja tanah Jawa yang mengundurkan diri berikutnya adalah Rakai Panangkaran. Dia merupakan raja Kerajaan Mataram Kuno yang memerintah pada periode 746 hingga 784 M.
Tribhuwana Tunggadewi merupakan salah satu raja wanita yang pernah memimpin Kerajaan Majapahit. Di era pemerintahannya, Majapahit semakin maju dan berhasil menaklukkan berbagai wilayah di luar Jawa.
Bersama Gajah Mada, Tribhuwana Tunggadewi juga melakukan ekspansi ke negara tetangga seperti Semenanjung Malaya, Tumasik, dan beberapa wilayah lainnya.
Namun, saat Gayatri meninggal dunia, Tribhuwana Tunggadewi memutuskan untuk mengundurkan diri dari takhtanya. Adapun alasannya karena dia sedari dulu memimpin Majapahit hanya untuk mewakili Ibunya saja.
Pada akhirnya, tampuk kekuasaan Majapahit diserahkan kepada Hayam Wuruk yang kala itu masih berusia 16 tahun.
Baca juga : Jejak HOS Tjokroaminoto, Raja Jawa Tanpa Mahkota Gurunya Soekarno, Muso, Semaun, dan Kartosuwiryo
3. Rakai Panangkaran - Mataram Kuno
Raja tanah Jawa yang mengundurkan diri berikutnya adalah Rakai Panangkaran. Dia merupakan raja Kerajaan Mataram Kuno yang memerintah pada periode 746 hingga 784 M.
Lihat Juga :