Ketika Ratusan Emak-emak Turun ke Jalan Tuntut Pemda Lahat Legalkan Tambang Rakyat

Senin, 14 November 2022 - 21:13 WIB
loading...
Ketika Ratusan Emak-emak...
Ratusan emak-emak di Lahat unjuk rasa menuntut Pemda setempat melegalkan tambang rakyat di daerah itu, Senin (14/11/2022). Foto: SINDOnews/Dede Febriansyah
A A A
LAHAT - Ratusan emak-emak yang tergabung dalam Asosiasi Tambang Batubara Rakyat (Astabara) Merapi Area, Lahat , mendesak pemerintah setempat agar tidak menutup tambang rakyat di Desa Lubuk Betung, Kecamatan Merapi Selatan.

Ratusan massa aksi yang didominasi emak-emak yang menggelar unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Lahat menilai, aktivitas tambang rakyat sangat membantu dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Tragis! 2 Bocah Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Kolam Retensi

Dalam tuntutannya, Astabara Merapi Area meminta kepada Pemkab Lahat untuk mencabut laporan PT LPPBJ di Polres Lahat dan 2 orang anggotanya agar dibebaskan, termasuk membebaskan alat berat yang ditahan.

Kemudian, jadikan KUD Merapi Jaya dan Astabara Merapi Area menjadi mitra perusahaan dan legalkan tambang rakyat di Kecamatan Merapi Area.



"Kami berkomitmen akan tetap melanjutkan orasi dan permintaan masyarakat tetap ingin bertemu dengan Bupati Lahat,” tegas Ketua Astabara Merapi Area, Sudarman, Senin (14/11/2022).

Mereka juga meminta agar penahanan dua anggotanya ditangguhkan. “Terkait kedua anggota yang ditahan oleh Polres Lahat, kami memohon dengan sangat bapak Kapolres Lahat untuk ditangguhkan," katanya.

Baca juga: Minggu ke-2 November 2022, Polda Sumsel Tangkap 40 Tersangka Kasus Narkotika

Sudarman menambahkan bahwa pihaknya hanya ingin melanjutkan perjuangan terhadap hak-haknya dalam menambang sumber daya alam (SDA) yakni batu bara.

"Lahan yang kami keruk dan tambang tersebut bukanlah tanah milik perusahaan, melainkan kepunyaan rakyat yang diwariskan nenek moyang, sekaligus juga bukan hutan produksi," ujar dia.

Menurutnya, selama ini Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dikelola perusahaan swasta sama sekali belum berpihak sepenuhnya kepada masyarakat.

"Yang ada justru akses jalan menjadi rusak, rakyat hanya mengisap debu batu bara, dan rumah-rumah dipenuhi kotoran yang menempel di dinding bangunan," pungkasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Polda Metro Jaya Terjunkan...
Polda Metro Jaya Terjunkan 4.131 Personel Kawal Demo di Jakarta Hari Ini
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Rekomendasi
Nasaruddin Umar Usul...
Nasaruddin Umar Usul 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Diangkat ASN
IHSG Hari Ini Terjun...
IHSG Hari Ini Terjun Bebas 3,05% ke Level 5.643, Transaksi Cetak Rp15 Triliun
Ayah Hadir, Indonesia...
Ayah Hadir, Indonesia Kuat: Melawan Fenomena Fatherless demi Generasi Emas 2045
Berita Terkini
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Ringankan Beban Warga Kendari
Roy Suryo Siapkan Saksi...
Roy Suryo Siapkan Saksi Buktikan Penangkapannya Tidak Sesuai Aturan
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
BMKG Perkirakan Fenomena...
BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Berlangsung 9-12 Bulan
Infografis
Ribuan Rakyat Israel...
Ribuan Rakyat Israel Kembali Tuntut PM Netanyahu Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved