New Normal, Imigrasi Awasi Ketat Warga Negara Asing

Selasa, 07 Juli 2020 - 20:10 WIB
loading...
New Normal, Imigrasi...
Kantor Imigrasi kelas I TPI Surakarta menggelar rapat tim pengawasan orang asing di Sragen, Selasa (7/7/2020). Foto/iNews TV/Joko Piroso
A A A
SRAGEN - Sejumlah warga negara asing ( WNA ) mendapat pengawasan ketat dari pihak imigrasi . Terutama setelah kembali dibuka layanan keimigrasian pada 15 Juni 2020 lalu. Di Kabupaten Sragen terpantau ada 31 WNA dengan berbagai kepentingan.

Kepala Kantor Imigrasi kelas I TPI Surakarta, Said Ismail menyampaikan pihaknya melaksanakan pengawasan ketat pada WNA bersama seluruh elemen masyarakat. Terutama massa pandemi COVID-19. Hal itu disampaikan pada kegiatan rapat tim pengawasan orang asing di Sragen, Selasa (7/7/2020).

Pengecekan WNA yang datang harus menjalani test kesehatan dan massa karantina 14 hari. "Dalam situasi COVID-19 ini, kami terus berkolaborasi melakukan pengawasan terhadap orang asing, sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 11 tahun 2020, yang mana semua proses kegiatan orang asing dijalankan sesuai dengan prokol kesehatan," ungkapnya. (Baca juga: Demo Tolak Kedatangan TKA China Gelombang di Bandara Haluoleo Ricuh)

Said mengatakan untuk wilayah Kabupaten Sragen kebanyakan ekspatriat perkawinan campuran. Namun ada beberapa yang pekerja profesional. Sedangkan wilayah Karanganyar dan Sukoharjo dan Solo wilayah yang banyak ditinggali WNA. (Baca juga: Kasus Oknum Pendeta Cabul, Lembaga Pemerhati Anak: Terdakwa Harus Dihukum Maksimal)

Selain itu, di masa new normal ini juga ada kebijakan dari pusat bahwa untuk orang asing yang sudah overstay dibebaskan dari denda. "WNA yang datang sebelum masa pandemi COVID-19. Walau batas waktu tinggal selesai, tidak ada sanksinya. Asalkan dia tidak bergerak kemana-mana dan terjamin kesehatannya," ujarnya.

Kebijakan kelonggaran untuk orang asing yang overstay itu belum ditetukan batas waktunya. Tapi dipastikan sampai pandemi COVID-19 berakhir baru bisa diberlakukan seperti sedia kala. "Baru dinyatakan aman atau kondisinya memungkinkan. Sampai saat ini belum ada instruksi," katanya.

Sementara terkait permohonan paspor dan perpanjangan paspor pihaknya mengakui mengalami penurunan pemohon. Apalagi saat ini ditiadakan kegiatan ibadah haji. Pasalnya, masih banyak negara yang menutup diri karena masih lockdown. Selain itu penerbangan internasional yang masih terbatas.

"Tidak adanya ibadah haji serta masih ditutupnya ibadah umrah. Sekarang mau kemana, negara-negara masih banyak yang lockdown, penerbangan terbatas, pasti permohonan paspor menurun drastis,” kata Said.

Menurut dia, jajarannya melayani satu kota dan enam kabupaten, di eks Karisidenan Surakarta. Sehingga butuh bantuan dan menghindari ego sektoral di masing-asing instansi.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
Erupsi Gunung Dukono,...
Erupsi Gunung Dukono, BNPB Sebut 2 WNA Masih dalam Pencarian
WNA Inggris Buronan...
WNA Inggris Buronan Interpol Ditangkap di Bali
Kasus Uang Palsu Black...
Kasus Uang Palsu Black Dolar, 2 WNA Liberia Ditangkap di Jakarta Barat
Imigrasi Jakpus Tangkap...
Imigrasi Jakpus Tangkap WNA Pakistan Pembuat Paspor dan Cap Palsu
Imigrasi Bogor Tangkap...
Imigrasi Bogor Tangkap 13 WNA Asal Jepang Pelaku Penipuan Online
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
OTT di Imigrasi Jakbar...
OTT di Imigrasi Jakbar Terkait Pengurusan Izin Tinggal WNA
Ada Corridor Gate, Jemaah...
Ada Corridor Gate, Jemaah Haji Jakarta dan Surabaya Tidak Perlu Antre Imigrasi
Rekomendasi
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved