6 Dokter Forensik Dilibatkan dalam Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan

Sabtu, 05 November 2022 - 10:34 WIB
loading...
6 Dokter Forensik Dilibatkan dalam Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan
Dua korban Tragedi Kanjuruhan diautopsi di Pemakaman TPU Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Foto/MPI/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Sebanyak enam dokter forensik dilibatkan dalam proses autopsi korban Tragedi Kanjuruhan Malang. Para dokter forensik ini merupakan tim dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jawa Timur.

Autopsi dilakukan terhadap dua korban Tragedi Kanjuruhan, yakni Natasya Debi Ramadhani (16) dan Naila Debi Anggraini (14). Keduanya kakak beradik yang tinggal di RT 1 RW Demangjaya, Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang.

Baca juga: Hari Ini, Autopsi 2 Korban Tragedi Kanjuruhan Dilakukan di TPU Sukolilo Malang

Jasad keduanya dimakamkan di TPU Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Proses penggalian dan autopsi dilaksanakan sejak pukul 09.15 WIB di pemakaman setempat setelah Devi Athok Yulfitri, ayah dari kedua korban datang ke lokasi.

Ketua PDFI Jatim dr Nabil Bahasuan menyatakan, ada delapan orang yang dilibatkan dalam proses autopsi ini, Dua di antaranya merupakan operator yang tak langsung turun di lapangan.

Sedangkan sisanya enam orang merupakan para dokter forensik dari sejumlah instansi di Jawa Timur.

"Kami membentuk dari tiga elemen institusi pendidikan kedokteran, dan empat dari faskes (fasilitas kesehatan)," kata Nabil Bahasuan, Sabtu pagi (5/11/2022).

Baca juga: Hasil Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan Diperkirakan Selesai 2 Minggu

Dokter dan Tim Independen yang terlibat autopsi korban Tragedi Kanjuruhan berasal dari tiga perguruan tinggi di Jawa Timur, yakni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hang Tuah, FK Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan FK Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).



Selain itu, ada empat fasilitas kesehatan yang dilibatkan dalam proses autopsi korban tragedi Kanjuruhan ini. Keempatnya yakni RSUD dr. Sutomo, RSUD dr. Sarifah Bangkalan, terakhir RS Pendidikan Unair.

"Saya rasa cukup memohon doa agar tim kami bisa menyelesaikan tugas kami," ujarnya.
(shf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1457 seconds (10.55#12.26)