Khofifah Target Implementasi Kurikulum Merdeka di Jatim 100 Persen pada Tahun Ajaran 2023/2024
Sabtu, 05 November 2022 - 00:10 WIB
loading...
Gubernur Khofifah Indar Parawansa berswafoto dengan tenaga pendidikan dari seluruh wilayah Jawa Timur.
A
A
A
SURABAYA - Pemprov Jatim mendukung penuh Gerakan Akselerasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Hal ini ditegaskan Gubernur Jatim Khofifah Indar Pawaransa. Pihaknya menarget, IKM di jenjang SMA SMK dan SLB mencapai 100 persen pada tahun ajaran 2023/2024.
“Implementasi kurikulum merdeka pada jenjang SMA, SMK, SLB di Jatim saat ini sudah 77,18 persen. Secara khusus kita targetkan jenjang SMA SMK dan SLB di Jatim 100 persen sudah menerapkan IKM pada tahun ajaran 2023/2024,” tegas Khofifah.
Data Dinas Pendidikan Jatim, jumlah SMA, SMK dan SLB di Jatim ada 4.044 sekolah. Dari jumlah tersebut yang telah melaksanakan kurikulum merdeka mencapai 3.121 sekolah atau setara 77,18%. Tercatat tertinggi seluruh Indonesia.
“Dengan diluncurkannya Gerakan Akselerasi Implementasi Kurikulum Merdeka ini, kami berharap komitmen yang sama juga dimiliki oleh para bupati/walikota di Jatim agar dapat mengimplementasikan kurikulum merdeka di jenjang PAUD, SD, hingga SMP, yang menjadi kewenangan kabupaten/ kota,” ujarnya.
Baca juga: 3.000 Prajurit Tempur Disiagakan Jaga Laut Tempat KTT G20 di Bali
Pada kegiatan yang dihadiri 5.438 guru se Jatim secara virtual ini, Khofifah juga menyampaikan pesan terkait penguatan sistem pembelajaran di sekolah. Secara khusus Gubernur Khofifah mendorong agar para guru di Jatim mencetak generasi sesuai dengan skill atau keterampilan yang dibutuhkan di masa kini hingga masa depan.
Ia menyebutkan, berdasarkan data Mc Kinsey & Company, dalam sepuluh tahun terakhir, 80% pekerjaan membutuhkan kompetensi Science (Sains), Technology (Teknologi), Engineering (Teknik) and Mathematics atau STEM. Pada tahun 2018, 30 posisi pekerjaan strategis membutuhkan kompetensi STEM. Untuk itu STEM menjadi hal penting bagi penunjang IKM.
“Implementasi kurikulum merdeka pada jenjang SMA, SMK, SLB di Jatim saat ini sudah 77,18 persen. Secara khusus kita targetkan jenjang SMA SMK dan SLB di Jatim 100 persen sudah menerapkan IKM pada tahun ajaran 2023/2024,” tegas Khofifah.
Data Dinas Pendidikan Jatim, jumlah SMA, SMK dan SLB di Jatim ada 4.044 sekolah. Dari jumlah tersebut yang telah melaksanakan kurikulum merdeka mencapai 3.121 sekolah atau setara 77,18%. Tercatat tertinggi seluruh Indonesia.
“Dengan diluncurkannya Gerakan Akselerasi Implementasi Kurikulum Merdeka ini, kami berharap komitmen yang sama juga dimiliki oleh para bupati/walikota di Jatim agar dapat mengimplementasikan kurikulum merdeka di jenjang PAUD, SD, hingga SMP, yang menjadi kewenangan kabupaten/ kota,” ujarnya.
Baca juga: 3.000 Prajurit Tempur Disiagakan Jaga Laut Tempat KTT G20 di Bali
Pada kegiatan yang dihadiri 5.438 guru se Jatim secara virtual ini, Khofifah juga menyampaikan pesan terkait penguatan sistem pembelajaran di sekolah. Secara khusus Gubernur Khofifah mendorong agar para guru di Jatim mencetak generasi sesuai dengan skill atau keterampilan yang dibutuhkan di masa kini hingga masa depan.
Ia menyebutkan, berdasarkan data Mc Kinsey & Company, dalam sepuluh tahun terakhir, 80% pekerjaan membutuhkan kompetensi Science (Sains), Technology (Teknologi), Engineering (Teknik) and Mathematics atau STEM. Pada tahun 2018, 30 posisi pekerjaan strategis membutuhkan kompetensi STEM. Untuk itu STEM menjadi hal penting bagi penunjang IKM.
Lihat Juga :