Siaran TV Analog Dihentikan, Kebijakan Pemerintah yang Membebani Warga
Kamis, 03 November 2022 - 13:27 WIB
loading...
Seorang ibu di Susukan, Ciracas, Jakarta Timur keberatan dengan penerapan kebijakan dihentikannya siara TV analog.Foto/MPI/Muhammad Farhan
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah warga di Jakarta Timur keberatan atas kebijakan pemerintah menghentikan siaran TV analog atau analog switch off (ASO). Kebijakan pemerintah ini justru membuat warga terbebani karena harus membeli perangkat TV digital yang diperlukan, mengingat televisi di rumahnya belum memiliki set top box (STB).
Seperti terpantau di wilayah Susukan, Ciracas, Jakarta Timur. Salah satu warga RT 07 Susukan, Ciracas, Zaini (59) mengaku keberatan dengan penerapan kebijakan TV digital tersebut.
"Saya sangat tidak setuju (TV digital), soalnya kan harus memakai STB, jadinya kan terbebani. Baiknya penerapan TV digital itu buat masyarakat yang mampu saja dulu. Kalau bagi yang belum mampu, sebaiknya pakai TV yang biasa saja (analog)," kata Zaini kepada MNC Portal, Kamis (3/11/2022).
Menurut Zaini, sempat ditawarkan untuk membeli STB dari sejumlah orang yang dikenalnya. Dia mengatakan harga STB yang diminta sekira Rp250.000. Baca: Warga Bogor Kecewa Pemerintah Hentikan Siaran TV Analog
"Jangankan Rp250.000, kalau harganya Rp150.000 yang diwajibkan saja, banyak yang mengeluh. Soalnya kan sekarang harus wajib dibeli cuma buat nonton TV saja kan. Kasihan kan orang yang tidak mampu, apalagi kalau dipaksakan oleh pemerintah, kita kan masih ada kebutuhan penting yang lain," terang Zaini.
Sementara itu, warga RT 05 Susukan, Ciracas, Herlina (47) pun mengaku keberatan dengan dimatikannya siaran TV analog. Ia merasa kecewa karena TV tabungnya tidak lagi bisa menyiarkan saluran televisi favoritnya.
"Yaa seharusnya nanti saja lah, sabar dulu. Namanya kita belum punya alatnya, jadinya repot kan. Semalam tayangan TV masih bagus-bagus, pagi ini hilang semua," kata Herlina.
Herlina mengaku tayangan favoritnya ada di dua saluran televisi swasta, yakni RCTI dan Indosiar. Meski ia mengaku bersyukur karena RCTI masih bisa ditayangkan via TV analog, tetapi kekecewaannya tidak bisa dipungkiri.
Seperti terpantau di wilayah Susukan, Ciracas, Jakarta Timur. Salah satu warga RT 07 Susukan, Ciracas, Zaini (59) mengaku keberatan dengan penerapan kebijakan TV digital tersebut.
"Saya sangat tidak setuju (TV digital), soalnya kan harus memakai STB, jadinya kan terbebani. Baiknya penerapan TV digital itu buat masyarakat yang mampu saja dulu. Kalau bagi yang belum mampu, sebaiknya pakai TV yang biasa saja (analog)," kata Zaini kepada MNC Portal, Kamis (3/11/2022).
Menurut Zaini, sempat ditawarkan untuk membeli STB dari sejumlah orang yang dikenalnya. Dia mengatakan harga STB yang diminta sekira Rp250.000. Baca: Warga Bogor Kecewa Pemerintah Hentikan Siaran TV Analog
"Jangankan Rp250.000, kalau harganya Rp150.000 yang diwajibkan saja, banyak yang mengeluh. Soalnya kan sekarang harus wajib dibeli cuma buat nonton TV saja kan. Kasihan kan orang yang tidak mampu, apalagi kalau dipaksakan oleh pemerintah, kita kan masih ada kebutuhan penting yang lain," terang Zaini.
Sementara itu, warga RT 05 Susukan, Ciracas, Herlina (47) pun mengaku keberatan dengan dimatikannya siaran TV analog. Ia merasa kecewa karena TV tabungnya tidak lagi bisa menyiarkan saluran televisi favoritnya.
"Yaa seharusnya nanti saja lah, sabar dulu. Namanya kita belum punya alatnya, jadinya repot kan. Semalam tayangan TV masih bagus-bagus, pagi ini hilang semua," kata Herlina.
Herlina mengaku tayangan favoritnya ada di dua saluran televisi swasta, yakni RCTI dan Indosiar. Meski ia mengaku bersyukur karena RCTI masih bisa ditayangkan via TV analog, tetapi kekecewaannya tidak bisa dipungkiri.
Lihat Juga :