Riwayat Mpu Sendok, Raja Medang Mataram yang Berhasil Membangun Peradaban Jawa Kuno
Kamis, 03 November 2022 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Dalam segi kepercayaan, masyarakat Jawa masa Mataram kuno juga terbilang cukup demokratis. Rakyat tidak mesti ikut kepercayaan yang dianut oleh rajanya. Hal ini tampak dari banyaknya candi Hindu dan sekitar Borobudur.
Selama memerintah, Mpu Sendok sangat bijaksana. Dia tidak pernah melupakan rakyatnya yang telah ikut berjuang dengannya dalam perang melawan Kerajaan Sriwijaya. Dalam perang itu, Mpu Sendok menang dengan gemilang.
Baca: Rakai Pikatan, Kisah Cinta Sejati Penguasa Mataram Kuno Pemersatu 2 Wangsa
Kepada warga desa yang ikut berjuang melawan Sriwijaya pada 929 Masehi, diberikan hadiah berupa Desa Perdikan atau desa merdeka yang bebas dari pungutan pajak bernama Anjuk Ladang, pada 10 April 937 Masehi.
Mpu Sendok meninggal, pada 947 Masehi. Makamnya lalu dibuatkan Candi Isnabajra atau Isanabhawana. Takhtanya lalu digantikan oleh putrinya Sri Itsyanatunggawijaya dan selanjutnya keturunannya.
Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang Mataram antara lain Candi Kalasan, Candi Plaosan, Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Pawon, Candi Sambisari, Candi Sari, Candi Kedulan, Candi Morangan, dan Candi Barong.
Kemudian juga Candi Sojiwan dan yang sangat fenomenal Candi Borobudur. Candi ini telah ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Sampai di sini ulasan Cerita Pagi, semoga bermanfaat.
Sumber tulisan:
1. Otto Sukatno, Dieng: Antara Mitos dan Informasi Kesejarahan, Nusamedia, 2021.
2. Andriyanto, Geografi Kesejarahan Indonesia, Lakeisha, 2022.
3. Adi Sudirman, Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik Sampai Kontemporer, Diva Press, Bukel.
Selama memerintah, Mpu Sendok sangat bijaksana. Dia tidak pernah melupakan rakyatnya yang telah ikut berjuang dengannya dalam perang melawan Kerajaan Sriwijaya. Dalam perang itu, Mpu Sendok menang dengan gemilang.
Baca: Rakai Pikatan, Kisah Cinta Sejati Penguasa Mataram Kuno Pemersatu 2 Wangsa
Kepada warga desa yang ikut berjuang melawan Sriwijaya pada 929 Masehi, diberikan hadiah berupa Desa Perdikan atau desa merdeka yang bebas dari pungutan pajak bernama Anjuk Ladang, pada 10 April 937 Masehi.
Mpu Sendok meninggal, pada 947 Masehi. Makamnya lalu dibuatkan Candi Isnabajra atau Isanabhawana. Takhtanya lalu digantikan oleh putrinya Sri Itsyanatunggawijaya dan selanjutnya keturunannya.
Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang Mataram antara lain Candi Kalasan, Candi Plaosan, Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Pawon, Candi Sambisari, Candi Sari, Candi Kedulan, Candi Morangan, dan Candi Barong.
Kemudian juga Candi Sojiwan dan yang sangat fenomenal Candi Borobudur. Candi ini telah ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Sampai di sini ulasan Cerita Pagi, semoga bermanfaat.
Sumber tulisan:
1. Otto Sukatno, Dieng: Antara Mitos dan Informasi Kesejarahan, Nusamedia, 2021.
2. Andriyanto, Geografi Kesejarahan Indonesia, Lakeisha, 2022.
3. Adi Sudirman, Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik Sampai Kontemporer, Diva Press, Bukel.
(san)
Lihat Juga :