Genjot Pembangunan di Papua, Pemerintah Jalin Kemitraan dengan Lembaga Gereja

Rabu, 02 November 2022 - 10:11 WIB
loading...
Genjot Pembangunan di...
Asisten Staf Khusus Wapres, Khamami Zada menghadiri perayaan HUT Ke-10 PGGP Papua Barat diselenggarakan di Sowi Gunung, Manokwari. Foto/Ist
A A A
MANOKWARI - Asisten Staf Khusus Wapres, Khamami Zada mengatakan, pemerintah sangat serius dalam pembangunan Tanah Papua untuk lebih maju dan sejahtera sesuai amanat UU Otsus Papua . Untuk menggenjot pembangunan di Papua dan Papua Barat, pemerintah menjalin kemitraan dengan Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP).

Khamami Zada menyampaikan itu pada kesempatan perayaan HUT ke-10 PGPP.Kehadiran Tim Setwapres merupakan tindak lanjut silaturahmi PGGP Papua Barat dan Papua ke Istana Wakil Presiden Jakarta beberapa waktu lalu. Baca juga: Pj Bupati Lanny Jaya Turun ke Kuyawage Atasi Dampak Bencana Alam Hujan Es



Khamami Zada mengatakan, pemerintah fokus pada program kemitraan, di antaranya bersama PGGP. "Untuk tahun ini membangun BLK komunitas pelatihan advokasi dan rencananya tahun depan adalah pembangunan Papua Christian Center," kata Zada.

Zada juga menyebut jika apa yang dilakukan pemerintah merupakan jawaban atas rekomendasi yang disampaikan PGGP beberapa waktu lalu di Papua. Percepatan pembangunan ini akan dilakukan di seluruh lini kehidupan masyarakat di Papua dan Papua Barat.

"Karena itu Presiden Jokowi telah menerbitkan Perpres nomor 121 Tahun 2022 tentang Badan Pengarah Percepatan Daerah Otonomi Khusus Papua yang diketuai oleh Wakil Presiden. Diharapkan melalui badan ini akan terjadi percepatan pembangunan di Tanah Papua untuk mencapai masyarakat Papua yang sejahterah," tambahnya.

Ketua Umum PGGP Papua Barat Pdt. Sherly Parinussa menjelaskan, pihaknya merupakan lembaga representatif Gereja-gereja di Papua Barat yang terbentuk sejak 17 Oktober 2012.

Pembentukannya melalui Konferensi Pemimpin Gereja Se-Papua Barat yang beranggotakan lebih dari 53 denominasi gereja dengan komposisi penduduk 61,75 persen.

"PGGP Papua Barat telah berperan sebagai wadah konsultatif, koordinatif, aspiratif sekaligus perjuangan Gereja di Tanah Papua maupun ke luar Papua," katanya dikutip Rabu (2/11/2022).

Sherly Parinussa menambahkan, PGGP Papua Barat tidak hanya berjuang untuk kepentingan gereja tetapi juga kebaikan seluruh masyarakat yang majemuk. Hal itu agar dapat hidup rukun dan damai sebagai saudara sebangsa sesuai cita-cita bangsa Indonesia.

"Pembangunan itu tidak bisa dihandle hanya oleh pemerintah, namun musti merangkul semua pihak termasuk gereja dalam hal ini kami PGGP. Karena gereja menyentuh masyarakat hingga dipelosok pelosok," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama pemerintah pusat berkolaborasi untuk melakukan berbagai program kemasyarakatan. Baca juga: Bagikan Takjil di Distrik Arso Papua, Partai Perindo Serius Bertekad Wujudkan Indonesia Sejahtera

"Program-program pembangunan guna percepatan di Papua Barat yang merupakan rekomendasi PGGP Papua dan Papua Barat utamanya dalam rangka menuntaskan kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan UMKM. Kita berkoordinasi terus dengan Wapres untuk program percepatan Pembangun di Papua dan Papua Barat," tandasnya.

Dijelaskan lagi, program pendidikan yang menjadi rekomendasi adalah terkait kekurangan guru dan juga soal dibukanya program guru SD dan TK pada pendidikan tinggi Kristen dan Yayasan Kristen. "Sedangkan untuk UMKM akan ada pembangunan BLK (Balai Latihan Kerja) Komunitas Gereja,"katanya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved