Polisi Ungkap Alasan Konser Berdendang Bergoyang Disetop, Kapasitas 10 Ribu Diisi 21 Ribu Orang

Senin, 31 Oktober 2022 - 14:41 WIB
loading...
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi mengungkap alasan penghentian konser Berdendang Bergoyang karena melanggar kapasitas hingga menyebabkan penonton pingsan. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Polisi mengungkap alasan penghentian konser Berdendang Bergoyang karena melanggar kapasitas hingga menyebabkan penonton pingsan. Jumlah penonton di Istora Senayan, Jakarta Pusat tak tanggung-tanggung mencapai 21 ribu orang.

"Kapasitas 10 ribu, tapi yang ada itu 21 ribu orang. Ini tentunya melanggar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Senin (31/10/2022).
Baca juga: Konser Berdendang Bergoyang Dihentikan, Polisi Akan Periksa Tim Medis

Pertimbangan itu yang membuat polisi mencabut izin penyelenggaraan Berdendang Bergoyang. Dia menduga ada persoalan penjualan tiket yang tidak sesuai izin yang telah diajukan panitia.

"21 ribu orang itu memiliki tiket, ada gelang di tangan. Tentunya sesuatu yang masih didalami kepolisian kenapa sampai terjadi seperti itu," kata Zulpan.

Polisi menduga panitia mencetak tiket konser Berdendang Bergoyang melebihi izin permohonan. Pihaknya melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah orang.
Baca juga: Konser Berdendang Bergoyang Dihentikan, Kapolda Metro: Jika Ada Pelanggaran Hukum Akan Diproses

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin menambahkan sejauh ini dua panitia Berdendang Bergoyang sudah diperiksa. Dua saksi ini yakni SA dan SH selaku manajemen event dan bagian produksi.

"Apakah ada unsur kesengajaan mereka mencetak tiket banyak di luar dari permohonan izin yang diajukan. Nah, itu nanti baru dilihat indikasinya ke sana," ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Limp Bizkit Pilih Malaysia...
Limp Bizkit Pilih Malaysia Jadi Satu-satunya Tempat Konser di Asia, Fans Indonesia Bisa Merapat
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Rekomendasi
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
Mobil Tabrak Kerumunan...
Mobil Tabrak Kerumunan Orang di AS, 10 Warga Tewas dan 30 Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved