Sholawat Not Dead, Cara Komunitas Cadas di Sukabumi Memperingati Maulid Nabi
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 04:47 WIB
loading...
A
A
A
"Hari ini udah banyak banget otang-orang bertato malah sampai muka segala, tapi kita tidak tahu hatinya seperti apa. Kita dibantu sama teman-teman hijrah dari Hijrah Squad, Bikers Hijrah dan teman-teman komunitas juga, pokoknya satu Sukabumi ini solid, alhamdulillah," ujar Haji Tia kepada MNC Portal Indonesia.
Haji Tia berharap kepada semua teman-temanmya sudah mulai berumur, mudah-mudahan dengan dukungan semua lapisan masyarakat, lapisan komunitas bisa lebih baik aja. Dan mudah-mudahan ini acara bukan untuk yang terakhir, tapi ini acara yang pertama.
"Harapannya sih yang baik-baik aja, karena mungkin kita udah capelah gitu. Rata-rata kita (yang hadir) dari punk rock metal, semua yang cadas-cadas, underground semua, kalau band-band yang musik biasa itu tidak ada (hadir di sini). Jadi kita punkrock semua. Tadinya ini kan punkrock dead (untuk) judul acaranya. Sekarang kita ganti jadi shalawat not dead. Jadi biar keren aja, jadi shalawat gak pernah mati," ujar Haji Tia.
Salah satu panitia, Aji Deni yang baru beberapa bulan keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) mengatakan, acara Sholawat Not Dead ini di luar prediksi. Temen-temen yang ia kenalnya dulu sekarang mendapat hidayah seiring bertambahnya umur, semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.
"Awalnya temen-teman datang ke rumah saya bersilaturahmi bertemu saya, setelah itu dapat ide gagasan untuk membuat acara ini. Setelah itu ternyata di luar prediksi, acara dengan persiapan waktu yang singkat bisa bikin acara ini, antusias juga banyak, alhamdulillah," ujar Aji yang sekarang kegiatannya membuka warung di rumahnya.
Haji Tia berharap kepada semua teman-temanmya sudah mulai berumur, mudah-mudahan dengan dukungan semua lapisan masyarakat, lapisan komunitas bisa lebih baik aja. Dan mudah-mudahan ini acara bukan untuk yang terakhir, tapi ini acara yang pertama.
"Harapannya sih yang baik-baik aja, karena mungkin kita udah capelah gitu. Rata-rata kita (yang hadir) dari punk rock metal, semua yang cadas-cadas, underground semua, kalau band-band yang musik biasa itu tidak ada (hadir di sini). Jadi kita punkrock semua. Tadinya ini kan punkrock dead (untuk) judul acaranya. Sekarang kita ganti jadi shalawat not dead. Jadi biar keren aja, jadi shalawat gak pernah mati," ujar Haji Tia.
Salah satu panitia, Aji Deni yang baru beberapa bulan keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) mengatakan, acara Sholawat Not Dead ini di luar prediksi. Temen-temen yang ia kenalnya dulu sekarang mendapat hidayah seiring bertambahnya umur, semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.
"Awalnya temen-teman datang ke rumah saya bersilaturahmi bertemu saya, setelah itu dapat ide gagasan untuk membuat acara ini. Setelah itu ternyata di luar prediksi, acara dengan persiapan waktu yang singkat bisa bikin acara ini, antusias juga banyak, alhamdulillah," ujar Aji yang sekarang kegiatannya membuka warung di rumahnya.
(msd)
Lihat Juga :