Gelar Aksi Damai, Karyawan RS Haji Desak Pengelolaan Dikembalikan ke Pemprov DKI
Kamis, 27 Oktober 2022 - 17:06 WIB
loading...
Ratusan karyawan RS Haji menggelar aksi damai di depan Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: MPI/Muhammad Farhan
A
A
A
JAKARTA - Ratusan karyawan RS Haji menggelar aksi damai di depan Kantor Kementerian Agama , Jalan Lapangan Banteng Barat, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.Ratusan karyawan yang terdiri dari tenaga kesehatan, administrasi dan paramedis tersebut, tergabung dalam Forum Save RS Haji.
Para pendemo menuntut pengembalian hak pengelolaan RS Haji dari UIN Syarif Hidayatullah kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Baca juga: Bantuan Mulai Mengalir ke RS Wisma Haji Pondok Gede
"Gerakan ini terbentuk karena keprihatinan karyawan menyikapi kondisi penyelesaian status badan hukum RS Haji Jakarta yang berlarut-larut belum selesai sampai dengan saat ini. Yang berdampak terhadap pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi terganggu dengan ketidaktersediaan obat-obatan dan keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum terpenuhinya hak-hak normatif pensiunan/ahli waris dan karyawan RS Haji Jakarta," terang Ketua Forum Save RS Haji Indi Irawan dalam keterangannya, Kamis (27/10/2022).
![Gelar Aksi Damai, Karyawan RS Haji Desak Pengelolaan Dikembalikan ke Pemprov DKI]()
Indi menjelaskan RS. Haji Jakarta mengalami kemunduran semenjak dibawah kepemilikan Kementerian Agama dengan saham mayoritas sebesar 93% (51% saham hibah dari Pemprov DKI Jakarta). Terlebih, ia menuturkan, saat ini Kementerian Agama menyerahkan pengelolaan RS Haji Jakarta kepada UIN Syarief HIdayatullah Jakarta.
Para pendemo menuntut pengembalian hak pengelolaan RS Haji dari UIN Syarif Hidayatullah kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Baca juga: Bantuan Mulai Mengalir ke RS Wisma Haji Pondok Gede
"Gerakan ini terbentuk karena keprihatinan karyawan menyikapi kondisi penyelesaian status badan hukum RS Haji Jakarta yang berlarut-larut belum selesai sampai dengan saat ini. Yang berdampak terhadap pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi terganggu dengan ketidaktersediaan obat-obatan dan keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum terpenuhinya hak-hak normatif pensiunan/ahli waris dan karyawan RS Haji Jakarta," terang Ketua Forum Save RS Haji Indi Irawan dalam keterangannya, Kamis (27/10/2022).

Indi menjelaskan RS. Haji Jakarta mengalami kemunduran semenjak dibawah kepemilikan Kementerian Agama dengan saham mayoritas sebesar 93% (51% saham hibah dari Pemprov DKI Jakarta). Terlebih, ia menuturkan, saat ini Kementerian Agama menyerahkan pengelolaan RS Haji Jakarta kepada UIN Syarief HIdayatullah Jakarta.
Lihat Juga :