Anggota DPRD DKI Kaget Sheet Pile untuk Kali Angke Mangkrak 4 Tahun
Senin, 06 Juli 2020 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Kent pun mengimbau dengan tegas kepada Pihak Kementerian PUPR dan Balai Besar agar lain kali jika mengadakan proses lelang harus bisa berkoordinasi dengan baik. "Saya tegaskan Kementerian PUPR dan Balai Besar jika mengadakan lelang harus koordianasi, ini permasalahan tanah belum selesai masa sudah berani membeli sheet pile? Proses yang benar adalah permasalahan tanah ini dibereskan dahulu baru selanjutnya masuk ke tahap lelang untuk proses pengadaan sheet pile. Tolong uang rakyat jangan di pakai sembarangan seperti ini," tegas Kent.
Sementara itu, Kepala Unit Pengadaan Tanah Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Roedito Setiawan, mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan permasalah sengketa lahan seluas 7.000 meter itu pada Agustus mendatang. "Kami sedang survei untuk lahan yang dibebaskan, ada sekitar 7 ribu meter yang akan selesaikan pembayarannya pada Agustus mendatang, mudah-mudahan bisa selesai kami bayar, sehingga pengerjaan sheet pile dapat dilanjutkan pekerjaannya, agar dapat mengurangi banjir di sekitaran Kali Angke," kata Roedito.
Diketahui sebelumnya, pada Selasa 28 April 2020, sebanyak dua RW di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, terendam banjir hingga ketinggian 40 sentimeter, akibat meluapnya Kali Angke. (Baca juga: Hore, Besok Kebun Raya Bogor dan Cibodas Buka Kembali )
Tak hanya itu, banjir juga terjadi disejumlah Rukun Warga (RW) di Kembangan Utara dengan ketinggian air 20 sentimeter, Kembangan Selatan dengan ketinggian air 40-60 sentimeter, Kedoya Selatan dengan ketinggian 30-50 air sentimeter, dan Rawa Buaya dengan ketinggian air 20 sentimeter. Banjir tersebut disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan.
Kent berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan banjir yang kerap menghantui warga Jakarta Barat ketika hujan melanda, ataupun air kiriman dari kota-kota penyangga, seperti Bogor dan Depok. "Kita selesaikan satu persatu, saat ini mulai dari Kali Angke kita benahi sheet pile-nya, lalu nanti proses berikutnya Kali Pesanggaran yang lewat di wilayah Jakarta Barat. Saya berharap warga Jakarta Barat tidak akan kebanjiran lagi jika seluruh kali sudah dilakukan normalisasi. Step by step akan kita selesaikan," pungkas Kent.
Sementara itu, Kepala Unit Pengadaan Tanah Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Roedito Setiawan, mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan permasalah sengketa lahan seluas 7.000 meter itu pada Agustus mendatang. "Kami sedang survei untuk lahan yang dibebaskan, ada sekitar 7 ribu meter yang akan selesaikan pembayarannya pada Agustus mendatang, mudah-mudahan bisa selesai kami bayar, sehingga pengerjaan sheet pile dapat dilanjutkan pekerjaannya, agar dapat mengurangi banjir di sekitaran Kali Angke," kata Roedito.
Diketahui sebelumnya, pada Selasa 28 April 2020, sebanyak dua RW di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, terendam banjir hingga ketinggian 40 sentimeter, akibat meluapnya Kali Angke. (Baca juga: Hore, Besok Kebun Raya Bogor dan Cibodas Buka Kembali )
Tak hanya itu, banjir juga terjadi disejumlah Rukun Warga (RW) di Kembangan Utara dengan ketinggian air 20 sentimeter, Kembangan Selatan dengan ketinggian air 40-60 sentimeter, Kedoya Selatan dengan ketinggian 30-50 air sentimeter, dan Rawa Buaya dengan ketinggian air 20 sentimeter. Banjir tersebut disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan.
Kent berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan banjir yang kerap menghantui warga Jakarta Barat ketika hujan melanda, ataupun air kiriman dari kota-kota penyangga, seperti Bogor dan Depok. "Kita selesaikan satu persatu, saat ini mulai dari Kali Angke kita benahi sheet pile-nya, lalu nanti proses berikutnya Kali Pesanggaran yang lewat di wilayah Jakarta Barat. Saya berharap warga Jakarta Barat tidak akan kebanjiran lagi jika seluruh kali sudah dilakukan normalisasi. Step by step akan kita selesaikan," pungkas Kent.
(mhd)
Lihat Juga :