KKP Bantu Mesin Kapal dan Alat Penangkap Ikan ke Nelayan Nias Barat

Selasa, 25 Oktober 2022 - 17:05 WIB
loading...
KKP Bantu Mesin Kapal...
Pemkab Nias Barat melakukan audensi ke DJPT KKP di Gedung Mina Bahari II, Jakarta, Selasa (25/10/2022). KKP siap memberi bantuan mesin dan alat penangkap ikan. Foto/Ist
A A A
NIAS BARAT - Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap memberikan bantuan mesin kapal dan alat penangkap ikan untuk nelayan di Nias Barat, Sumatera Utara.

Hal itu terungkap saat Pemkab Nias Barat melakukan audensi ke DJPT di Gedung Mina Bahari II, Jakarta, Selasa (25/10/2022).

Baca juga: Inisiasi Ambulance Gratis 24 Jam Soguna Ba Zato, Bupati Nias Barat Boyong Penghargaan KDI 2022

Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu menyampaikan potensi perikanan di wilayahnya yang memiliki sumberdaya ikan yang melimpah, di antaranya berbagai macam ikan pelagis.

"Volume ikan yang di pasarkan terus meningkat, kualitas ikan yang baik, minat konsumsi ikan yang meningkat setiap tahunnya. Jumlah produksi ikan laut pada 2018 ada 113,89 ton, 2019 ada 129 ton, 2020 ada 139,2 ton, dan 2021 meningkat jadi 142,1 ton," kata Khenoki.

Sedangkan jumlah nelayan mencapai 555 orang dengan yang tercatat aktif sekitar 50-60 persen. Sementara jumlah armada tangkap 178 unit menggunakan perahu motor di bawah 0,5 gross ton (GT).

Alat tangkap yang digunakan berupa pancing, jaring insang dan bubu. Sehingga penangkapan tidak bisa jauh dari daratan maksimal 3 mil dari pesisir.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno: Festival Pesona Aekhula 2022 Picu Kebangkitan Ekonomi Nias Barat

"Target tangkapan yakni ikan domersal dan pelagis. Pola penangkapannya one fishing day, dan mereka sudah menggunakan es batu," terangnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa Nias Barat sudah memiliki pelabuhan perikanan. Namun sampai saat ini belum termanfaatkan dengan baik dan bangunan tersebut dalam keadaan rusak.

Khenoki mengungkapkan, rendahnya SDM nelayan, dan alat tangkap yang digunakan masih bersifat tradisional menjadi kendala. Selain itu tidak adanya sarana dan prasarana yang memadai misalnya PPI dan TPI, coldstorage/pabrik es, suplai BBM dan air bersih.

"Kurang berkembangnya pasar domestik seperti akses menuju pasar serta terbatasnya asosiasi nelayan yang masih lemah untuk berbagi informasi. Selain itu juga faktor musim atau cuaca yang tidak menentu," terangnya.

Direktur Kapal dan Alat Penangkapan Ikan DJPT KKP, Mochamad Idnillah membenarkan kondisi yang ada di Nias Barat.

Cak Moch sapaan akrab Mochamad Idnillah mengaku pernah meninjau langsung kondisi di sana yang mana fasilitas perikanan tangkap di sana sangat kurang sekali memadai.

"Nelayan di sana kapalnya sangat kecil sekali. Paling besar 2-3 GT. Alat tangkapnya sebagian besar hanya pancing, padahal di sana potensinya besar," terang Cak Moch.

Nias Barat termasuk wilayah perikanan daerah tertinggal yang ekstrim. "Kami akan mengirimkan tim, dan apa saja yang menjadi kebutuhan di Nias Barat," ujarnya.

Dirjen Perikanan Tangkap, M Zaini Hanafi menjelaskan bahwa untuk pengembangan pelabuhan tidak bisa serta merta tiap daerah dibangunkan karena biayanya sangat mahal.

Dia mengatakan, Menteri Kelautan dan Perikanan sudah menugaskan untuk mengembangkan potensi perikanan di Nias Barat melalui program Penangkapan Ikan Terukur.

"Jika pembangunan perikanan di Nias Barat ini terealisasi maka akan menjadi potensi besar untuk ekspor, nantinya bisa ke Malaysia bahkan India. Untuk coldstorage, KKP mengupayakan memberikan bantuan kapasitas 2-3 ton, yang portabel," kata Zaini.

Sedangkan bantuan kapal, kata Zaini, saat ini sudah tidak ada lagi programnya dari pusat. Akan tetapi untuk bentuan berupa mesin kapal dan alat tangkap DJPT masih bisa memberikan.

"Kemudian alat tangkap kami akan berikan tetapi jangan kasih alat yang berat-berat. Jangan ajari nelayan untuk serakah. Tahun depan kita akan upayakan bantuan ke sana. Awal tahun 2023 kita mulai ke daerah-daerah tertinggal," terang Zaini

Selain itu kata Zaini, ada bantuan pendidikan vokasi pada 2023 sesuai arahan pak Menteri Kelautan dan Perikanan yakni 100 persen untuk anak-anak nelayan. "Saya yakin anak nelayan tidak bodoh, cuma kesempatan yang diberikan belum ada," pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
BMKG Ingatkan Potensi...
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 13 Mei 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Rekomendasi
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Berita Terkini
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Infografis
Fenomena Ikan yang Hidup...
Fenomena Ikan yang Hidup di Laut Dalam Bermunculan ke Permukaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved