Anggota DPR RI Nyoman Parta: Masyarakat Bali Bersyukur, KTT G20 Digelar di Bali
Selasa, 25 Oktober 2022 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
Yang ketiga, "G20 juga harus menghasilkan rekomendasi, bagaimana adat dan budaya Bali ikut juga diberikan perhatian. Karena adat dan budaya Bali memberikan kharisma Bali atau taksu Bali masih terawat sampai sekarang."
Parta menjelaskan dari dulu sudah ada pertemuan-pertemuan besar di Bali seperti APEC dan Forum Demokrasi. "Jadi harus ada yang kongkrit dan perhelatan ini diadakan hingga selesai, harusnya ada sesuatu yang bisa dijadikan monumen karya dari perhelatan dari G20."
Salah satu yang dibicarakan di G20 adalah persoalan pengurangan emisi karbon, pengendalian terjadinya perubahan iklim, efek rumah kaca, energi baru terbarukan, green ekonomi dan blue ekonomi.
Mengaca pada hal tersebut, terkait persoalan Bali, hutan Bali yang terfiri dari hutan konservasi dan hutan mangrove perlu perawatan, "Kita sudah ketahui mangrove adalah pohon atau tumbuhan paling besar kontribusinya di dalam mengurangi emisi karbon, karena merubah karbon jadi oksigen. Ini harus diberikan perhatian yang lebih serius, untuk perawatannya, untuk reboisasinya, maupun untuk penanaman pada tempat-tempat yang baru.
Sementara perawatan mangrove perlu perawatan berbiaya sangat besar. Karena merawat mangrove itu, kontribusinya besar, persis seperti merawat bayi. Tidak bisa seperti pohon lain, kita taruh kita lalu pergi.
Seperti merawat bayi, karena kalau hidup dia memberi kontribusi besar, tidak saja oksigen, dia juga merubah karbon, dan yang kedua dia bisa jadi penyangga dari pantai kita agar tidak terjadi abrasi. Dia jadi tempat berkembangnya seluruh biota laut, bisa punya anak disana, bisa berkembang biak disana, bisa berlindung disana, dan bisa menjadi sarana paling ampuh bila terjadi tsunami.
Parta menjelaskan dari dulu sudah ada pertemuan-pertemuan besar di Bali seperti APEC dan Forum Demokrasi. "Jadi harus ada yang kongkrit dan perhelatan ini diadakan hingga selesai, harusnya ada sesuatu yang bisa dijadikan monumen karya dari perhelatan dari G20."
Salah satu yang dibicarakan di G20 adalah persoalan pengurangan emisi karbon, pengendalian terjadinya perubahan iklim, efek rumah kaca, energi baru terbarukan, green ekonomi dan blue ekonomi.
Mengaca pada hal tersebut, terkait persoalan Bali, hutan Bali yang terfiri dari hutan konservasi dan hutan mangrove perlu perawatan, "Kita sudah ketahui mangrove adalah pohon atau tumbuhan paling besar kontribusinya di dalam mengurangi emisi karbon, karena merubah karbon jadi oksigen. Ini harus diberikan perhatian yang lebih serius, untuk perawatannya, untuk reboisasinya, maupun untuk penanaman pada tempat-tempat yang baru.
Sementara perawatan mangrove perlu perawatan berbiaya sangat besar. Karena merawat mangrove itu, kontribusinya besar, persis seperti merawat bayi. Tidak bisa seperti pohon lain, kita taruh kita lalu pergi.
Seperti merawat bayi, karena kalau hidup dia memberi kontribusi besar, tidak saja oksigen, dia juga merubah karbon, dan yang kedua dia bisa jadi penyangga dari pantai kita agar tidak terjadi abrasi. Dia jadi tempat berkembangnya seluruh biota laut, bisa punya anak disana, bisa berkembang biak disana, bisa berlindung disana, dan bisa menjadi sarana paling ampuh bila terjadi tsunami.
Lihat Juga :