Masuki Musim Kemarau, Waspadai Kebakaran Gunung dan Hutan di Jateng
Senin, 06 Juli 2020 - 16:59 WIB
loading...
Memasuki Bulan Juli 2020, musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Memasuki Bulan Juli 2020, musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, berupaya meningkatkan kewaspadaan. Khususnya kebakaran sejumlah gunung besar dan lahan hutan. Mengingat, sulitnya proses pemadaman jika itu terjadi.
"Yang cukup berat adalah kebakaran hutan atau gunung. Karena kalau untuk water bombing yang dari pesawat itu kan susah. Airnya enggak ada. Yang diambil air dari mana. Beda dengan di Riau. Kalau Riau kan sungai ke muara, sungai besar-besar. Dan bisa diambil pakai pesawat. Kalau ini, ambil dari mana," kata Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana di Semarang, Senin (6/7/2020).
Dia berharap, pengalaman adanya kebakaran gunung yang pernah terjadi, tidak akan melanda lagi. Dari catatannya, kebakaran gunung yang pernah terjadi, yakni di Gunung Lawu, Gunung Sindoro Sumbing, Merbabu, Merapi, dan Slamet. Oleh karena itu, pihaknya telah meminta pengelola bukit dan hutan mewaspadai adanya pendaki. Mengingat saat kemarau tiba, biasanya banyak pendaki. (Baca juga: Sadis! Aniaya Bocah hingga Babak-belur, WN Amerika Ditetapkan Tersangka )
Para pendaki itu kadang-kadang lupa saat mendaki, mereka membuat api unggun. Begitu mereka naik melanjutkan aktivitas mendakinya, pemadaman api unggun tak maksimal dilakukan. Sementara di musim kemarau, mereka bawa air bersihnya saja sedikit.
"Bagaimana mau meyakinkan bahwa itu sudah mati. Yang juga sering terjadi, adalah supaya efisien dengan pembuka lahan yakni membakar alang-alang. Ini agar tidak dilakukan masyarakat. Kalau bakar, ditungguin tidak apa-apa. Kalau bakar, ditinggal, yang terjadi (potensi kebakaran)," ujarnya.
"Yang cukup berat adalah kebakaran hutan atau gunung. Karena kalau untuk water bombing yang dari pesawat itu kan susah. Airnya enggak ada. Yang diambil air dari mana. Beda dengan di Riau. Kalau Riau kan sungai ke muara, sungai besar-besar. Dan bisa diambil pakai pesawat. Kalau ini, ambil dari mana," kata Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana di Semarang, Senin (6/7/2020).
Dia berharap, pengalaman adanya kebakaran gunung yang pernah terjadi, tidak akan melanda lagi. Dari catatannya, kebakaran gunung yang pernah terjadi, yakni di Gunung Lawu, Gunung Sindoro Sumbing, Merbabu, Merapi, dan Slamet. Oleh karena itu, pihaknya telah meminta pengelola bukit dan hutan mewaspadai adanya pendaki. Mengingat saat kemarau tiba, biasanya banyak pendaki. (Baca juga: Sadis! Aniaya Bocah hingga Babak-belur, WN Amerika Ditetapkan Tersangka )
Para pendaki itu kadang-kadang lupa saat mendaki, mereka membuat api unggun. Begitu mereka naik melanjutkan aktivitas mendakinya, pemadaman api unggun tak maksimal dilakukan. Sementara di musim kemarau, mereka bawa air bersihnya saja sedikit.
"Bagaimana mau meyakinkan bahwa itu sudah mati. Yang juga sering terjadi, adalah supaya efisien dengan pembuka lahan yakni membakar alang-alang. Ini agar tidak dilakukan masyarakat. Kalau bakar, ditungguin tidak apa-apa. Kalau bakar, ditinggal, yang terjadi (potensi kebakaran)," ujarnya.