Jihad Literasi Perlu Dilakukan Santri Milenial Masa Kini
Minggu, 23 Oktober 2022 - 06:19 WIB
loading...
A
A
A
Dia melanjutkan, Hari Santri sangat identik dengan peristiwaResolusi Jihad yang difatwakan oleh HadaratusSyeckKH Hasyim Asy’ari menandai pentingnya peran santri, pesantren dan umat Islam berjihad khususnya dalam konteks kekinian.
“Jihad tentunya sesuai dengan profesinya. Jadi Mujahid fisabilillah ini tentunya bukan yang era sekarang yang angkat pedang, yang dikit-dikit takbir itu bukan, bukan seperti itu. Artinya jihad di era milenial di zaman ini ya sesuai dengan profesi,” jelas pria yang akrab disapa Gus Ulil tersebut.
Baca juga: Hari Santri dan Ultimatum Resolusi Jihad
Sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab. Kewajiban jihad sejatinya hanya sebagai perantara. Karena tujuan jihad itu adalah memberi pencerahan kepada umat. Ketika memberi pencerahan kepada umat itu tanpa dengan angkat senjata tentunya itu lebih baik daripada memberi pencerahan dengan angkat senjata.
“Dan khususnya jihad oleh santri, karena sudah banyak ideologi-ideologi yang menyimpang yang mau merongrong NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), adalah membangun argumentasi keagamaan untuk melawan kelompok tersebut. yang merongrong aqidahAlussunnah Wal Jamaah, aqidahnya Islam nusantara. Kita harus tampil melawan dengan referensi,” ungkapnya.
“Jihad tentunya sesuai dengan profesinya. Jadi Mujahid fisabilillah ini tentunya bukan yang era sekarang yang angkat pedang, yang dikit-dikit takbir itu bukan, bukan seperti itu. Artinya jihad di era milenial di zaman ini ya sesuai dengan profesi,” jelas pria yang akrab disapa Gus Ulil tersebut.
Baca juga: Hari Santri dan Ultimatum Resolusi Jihad
Sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab. Kewajiban jihad sejatinya hanya sebagai perantara. Karena tujuan jihad itu adalah memberi pencerahan kepada umat. Ketika memberi pencerahan kepada umat itu tanpa dengan angkat senjata tentunya itu lebih baik daripada memberi pencerahan dengan angkat senjata.
“Dan khususnya jihad oleh santri, karena sudah banyak ideologi-ideologi yang menyimpang yang mau merongrong NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), adalah membangun argumentasi keagamaan untuk melawan kelompok tersebut. yang merongrong aqidahAlussunnah Wal Jamaah, aqidahnya Islam nusantara. Kita harus tampil melawan dengan referensi,” ungkapnya.
Lihat Juga :