Terbongkar! Pabrik Oli Palsu Berbahan Parafin Beroperasi 2 Tahun, Raup Untung Rp23 Miliar
Kamis, 20 Oktober 2022 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
“Tersangka AM ini menjualkan oli palsu ke warga masyarakat,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio di lokasi.
Baca juga: Awas Jadi Zonk, Begini Cara Membedakan Oli Palsu dan Asli
Oli yang dipalsukan itu bermerek Yamalube dan AHM. Oli palsu itu berbahan parafin cair, yang biasa digunakan untuk membuat lilin, sabun dan kosmetika.
Modus operandinya, oli palsu itu dikemas dalam botol-botol kosong yang diperoleh dari penyedia botol oli bekas di wialayh Klaten. Harga untuk 24 botol kosong plus tutup dan kardus yakni Rp120.000.
Oli-oli palsu itulah yang kemudian dikemas di aneka botol itu. Oli yang sudah siap kirim dimuat dalam mobil boks tertutup, bercover mobil angkutan roti dan garam. Harga jualnya lebih murah dari pada harga standar.
“Harga oli palsu merek Yamalube kemasan botol delapan ratus mili dan satu dusnya berisi dua puluh empat botol yaitu Rp600.000. Kalau harga aslinya Rp1.080.000. Jadi ada selisihnya cukup banyak,” lanjut Dirreskrimsus.
Omzet pabrik oli palsu itu Rp30 juta per hari atau sekitar Rp900 juta per bulan. Dua tahun ini sudah dapat keuntungan Rp23 miliar.
“Keuntungannya sangat besar sekali,” tambah Dirreskrimsus.
Baca juga: Awas Jadi Zonk, Begini Cara Membedakan Oli Palsu dan Asli
Oli yang dipalsukan itu bermerek Yamalube dan AHM. Oli palsu itu berbahan parafin cair, yang biasa digunakan untuk membuat lilin, sabun dan kosmetika.
Modus operandinya, oli palsu itu dikemas dalam botol-botol kosong yang diperoleh dari penyedia botol oli bekas di wialayh Klaten. Harga untuk 24 botol kosong plus tutup dan kardus yakni Rp120.000.
Oli-oli palsu itulah yang kemudian dikemas di aneka botol itu. Oli yang sudah siap kirim dimuat dalam mobil boks tertutup, bercover mobil angkutan roti dan garam. Harga jualnya lebih murah dari pada harga standar.
“Harga oli palsu merek Yamalube kemasan botol delapan ratus mili dan satu dusnya berisi dua puluh empat botol yaitu Rp600.000. Kalau harga aslinya Rp1.080.000. Jadi ada selisihnya cukup banyak,” lanjut Dirreskrimsus.
Omzet pabrik oli palsu itu Rp30 juta per hari atau sekitar Rp900 juta per bulan. Dua tahun ini sudah dapat keuntungan Rp23 miliar.
“Keuntungannya sangat besar sekali,” tambah Dirreskrimsus.
Lihat Juga :