Terbongkar! Pabrik Oli Palsu Berbahan Parafin Beroperasi 2 Tahun, Raup Untung Rp23 Miliar

Kamis, 20 Oktober 2022 - 14:27 WIB
loading...
Terbongkar! Pabrik Oli Palsu Berbahan Parafin Beroperasi 2 Tahun, Raup Untung Rp23 Miliar
Polda Jawa Tengah menjelaskan pengungkapan kasus pabrik pembuatan oli palsu di Semarang Utara, Kota Semarang. Foto/MPI/Eka Setiawan
A A A
SEMARANG - Pabrik pembuatan oli sepeda motor palsu yang sudah beroperasi selama dua tahun di Kota Semarang berhasil dibongkar oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng.

Pabrik ini sehari mampu memproduksi 3.000 botol oli palsu yang diedarkan ke seluruh Indonesia, terutama Jateng dan Pulau Kalimantan.

Baca juga: Bareskrim Tangkap Pembuat Oli Palsu Sejak 2017

“Ini dibuat dengan canggih, masyarakat akan susah membedakan oli ini palsu atau asli,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudusy di TKP pengungkapan daerah Semarang Utara, Kota Semarang, Kamis (20/10/2022).

Lokasi gudang penyimpanan yang sekaligus digunakan untuk produksi itu ada tiga lokasi. Masing-masing di Jalan Widoarjo Batik Gayam nomor 35 RT05/RW11, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang; Jalan Kayumanis Timur nomor 10; dan Jalan Kayumanis Timur nomor 28, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.



Polisi menetapkan dua tersangka; Djiwa Kusuma Agung (41) alias Agung alias Anton sebagai pembuat dan Ali Mahmudi (40) selaku distributornya.

“Tersangka AM ini menjualkan oli palsu ke warga masyarakat,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio di lokasi.

Baca juga: Awas Jadi Zonk, Begini Cara Membedakan Oli Palsu dan Asli

Oli yang dipalsukan itu bermerek Yamalube dan AHM. Oli palsu itu berbahan parafin cair, yang biasa digunakan untuk membuat lilin, sabun dan kosmetika.

Modus operandinya, oli palsu itu dikemas dalam botol-botol kosong yang diperoleh dari penyedia botol oli bekas di wialayh Klaten. Harga untuk 24 botol kosong plus tutup dan kardus yakni Rp120.000.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2834 seconds (11.97#12.26)