Sejarah Brimob Polri, Dibentuk Jepang untuk Perang Asia Timur Raya
Senin, 17 Oktober 2022 - 22:07 WIB
loading...
A
A
A
Saat Jepang menyerah kepada Sekutu serta Indonesia memproklamasikan Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, ketika itu juga masa penggemblengan Tokubetsu Keisatsu Tai berakhir.
Seluruh satuan semimiliter hingga militer dibubarkan. Hanya terdapat kesatuan yang masih diperbolehkan memegang senjata yaitu Tokubetsu Keisatsu Tai.
Ini membuat anggota Tokubetsu Keisatsu Tai menjadi pionir dalam perebutan senjata guna mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Anggota Tokubetsu Keisatsu Tai bersama rakyat Indonesia dan kesatuan lainnya bahu-membahu mempertahankan kemerdekaan.
Setelah Indonesia merdeka, Tokubetsu Keisatsu Tai berubah nama menjadi Polisi Istimewa. Saat itu, Polisi Istimewa memperbanyak sekaligus menyebarluaskan teks Proklamasi. Mereka menempelkan di tempat yang ramai sehingga dapat dibaca dan dapat dikunjungi orang.
Baca juga: Komandan Brimob Ini Bertaruh Nyawa demi Selamatkan Presiden Soekarno
Kemudian, mereka mengganti pimpinan Polisi Istimewa dari Jepang, yaitu Sidookan Takata dan Fuko Sidookan Nishimoto. Kepemimpinan di Markas Polisi Istimewa lalu berada di bawah kendali Inspektur Polisi Tingkat I Mohammad Jasin.
Seluruh satuan semimiliter hingga militer dibubarkan. Hanya terdapat kesatuan yang masih diperbolehkan memegang senjata yaitu Tokubetsu Keisatsu Tai.
Ini membuat anggota Tokubetsu Keisatsu Tai menjadi pionir dalam perebutan senjata guna mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Anggota Tokubetsu Keisatsu Tai bersama rakyat Indonesia dan kesatuan lainnya bahu-membahu mempertahankan kemerdekaan.
Setelah Indonesia merdeka, Tokubetsu Keisatsu Tai berubah nama menjadi Polisi Istimewa. Saat itu, Polisi Istimewa memperbanyak sekaligus menyebarluaskan teks Proklamasi. Mereka menempelkan di tempat yang ramai sehingga dapat dibaca dan dapat dikunjungi orang.
Baca juga: Komandan Brimob Ini Bertaruh Nyawa demi Selamatkan Presiden Soekarno
Kemudian, mereka mengganti pimpinan Polisi Istimewa dari Jepang, yaitu Sidookan Takata dan Fuko Sidookan Nishimoto. Kepemimpinan di Markas Polisi Istimewa lalu berada di bawah kendali Inspektur Polisi Tingkat I Mohammad Jasin.
Lihat Juga :