Serangan Cyber Korut Bisa Terjadi Saat Pilpres Amerika
Senin, 06 Juli 2020 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan bahwa Korut akan mencoba untuk menjadi perhatian utama terhadap integritas sistem pilpres AS, sesuatu yang digambarkan Yoon sebagai pertimbangan rasional untuk Pyongyang.
"Dan tidak mungkin Korea Utara dapat membayar hukuman nyata apapun setelah campur tangan dalam pemilihan AS. Setiap tanggapan terhadap serangan cyber Korut di masa depan harus tegas," ungkapnya. Baca Juga : Pyongyang Minta Washington Diam dan Tak Urusi Soal Korut-Korsel
Pandangan itu digaungkan oleh mantan anggota Partai Republik, Zach Wamp, yang saat ini menjabat sebagai ketua bersama kelompok bipartisan Issue One Reformers Caucus. Dia memperingatkan bahwa meskipun sikap Korut sebagian besar hanya menggertak, Washington harus bersiap menghadapi kemungkinan serangan dunia maya oleh Pyongyang pada pilpres AS secara serius.
Pada saat yang sama, ia menyarankan bahwa Korut tidak akan dapat mempengaruhi hasil pilpres AS dan Korut dapat memecah belah AS, dan memberikan informasi yang salah, dan menyebabkan kita kehilangan kepercayaan dalam proses .
"Kami membutuhkan sumber daya, kami semua harus fokus pada pemilihan yang aman dan terbuka. Bagi saya, itulah yang memisahkan AS dari seluruh dunia, adalah kenyataan bahwa kami bebas memilih para pemimpin kami dan kemudian kami secara damai mentransfer kekuasaan, bahkan di tengah krisis. Kami melakukannya dalam Perang Sipil dan Depresi Hebat dan kami harus melakukannya lagi tahun ini," ujarnya.
"Dan tidak mungkin Korea Utara dapat membayar hukuman nyata apapun setelah campur tangan dalam pemilihan AS. Setiap tanggapan terhadap serangan cyber Korut di masa depan harus tegas," ungkapnya. Baca Juga : Pyongyang Minta Washington Diam dan Tak Urusi Soal Korut-Korsel
Pandangan itu digaungkan oleh mantan anggota Partai Republik, Zach Wamp, yang saat ini menjabat sebagai ketua bersama kelompok bipartisan Issue One Reformers Caucus. Dia memperingatkan bahwa meskipun sikap Korut sebagian besar hanya menggertak, Washington harus bersiap menghadapi kemungkinan serangan dunia maya oleh Pyongyang pada pilpres AS secara serius.
Pada saat yang sama, ia menyarankan bahwa Korut tidak akan dapat mempengaruhi hasil pilpres AS dan Korut dapat memecah belah AS, dan memberikan informasi yang salah, dan menyebabkan kita kehilangan kepercayaan dalam proses .
"Kami membutuhkan sumber daya, kami semua harus fokus pada pemilihan yang aman dan terbuka. Bagi saya, itulah yang memisahkan AS dari seluruh dunia, adalah kenyataan bahwa kami bebas memilih para pemimpin kami dan kemudian kami secara damai mentransfer kekuasaan, bahkan di tengah krisis. Kami melakukannya dalam Perang Sipil dan Depresi Hebat dan kami harus melakukannya lagi tahun ini," ujarnya.
(sri)
Lihat Juga :