Hujan Deras di Puncak Gunung Semeru Picu Banjir Lahar Dingin Putus Akses Jalan Warga
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 12:47 WIB
loading...
Ilustrasi banjir lahan dingin Gunung Semeru. Foto: Istimewa
A
A
A
LUMAJANG - Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru, di Lumajang, Jawa Timur, kembali menyebabkan banjir lahar dingin. Banjir mengakibatkan jalan terputus.
Rohman, warga sekitar mengatakan, banjir lahar dingin mengakibatkan jalur penghubung dua kecamatan terputus, karena debit material banjir lahan berupa pasir dan batu yang cukup besar melampaui jembatan limpas.
"Akses jalan Kecamatan Pasirian dan Tempursari terputus akibat banjir lahar di aliran Sungai Regoyo, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Lumajang," katanya, Sabtu (15/10/2022).
Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Banjir Lahar Hancurkan Jalur Malang-Lumajang
Dikatakan, jalan penghubung dua kecamatan itu baru bisa dilalui setelah beberapa jam kemudian saat banjir surut.
"Banjir disebabkan hujan deras di kawasan puncak sejak Jumat malam. Air hujan kemudian membawa sisa endapan yang berada di puncak Gunung Semeru dan turun melalui beberapa daerah aliran sungai," sambungnya.
Baca: Banjir Lahar Kembali Mengancam, Warga Sekitar Gunung Semeru Dievakuasi
Sementara itu, meski banjir masih melanda, warga telah antre selama berjam-jam akhirnya nekat menyeberang jalan yang sempat terputus. Padahal, jalan masih dipenuhi material pasir dan batu.
Banjir lahar akibat hujan di puncak Gunung Semeru ini terekam seismograf Pos Pengamatan Gunung Api Semeru dengan amplitudo maksimal 43 milimeter selama 12.180 detik.
Rohman, warga sekitar mengatakan, banjir lahar dingin mengakibatkan jalur penghubung dua kecamatan terputus, karena debit material banjir lahan berupa pasir dan batu yang cukup besar melampaui jembatan limpas.
"Akses jalan Kecamatan Pasirian dan Tempursari terputus akibat banjir lahar di aliran Sungai Regoyo, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Lumajang," katanya, Sabtu (15/10/2022).
Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Banjir Lahar Hancurkan Jalur Malang-Lumajang
Dikatakan, jalan penghubung dua kecamatan itu baru bisa dilalui setelah beberapa jam kemudian saat banjir surut.
"Banjir disebabkan hujan deras di kawasan puncak sejak Jumat malam. Air hujan kemudian membawa sisa endapan yang berada di puncak Gunung Semeru dan turun melalui beberapa daerah aliran sungai," sambungnya.
Baca: Banjir Lahar Kembali Mengancam, Warga Sekitar Gunung Semeru Dievakuasi
Sementara itu, meski banjir masih melanda, warga telah antre selama berjam-jam akhirnya nekat menyeberang jalan yang sempat terputus. Padahal, jalan masih dipenuhi material pasir dan batu.
Banjir lahar akibat hujan di puncak Gunung Semeru ini terekam seismograf Pos Pengamatan Gunung Api Semeru dengan amplitudo maksimal 43 milimeter selama 12.180 detik.
(san)
Lihat Juga :