Bersifat Iritan, Gas Air Mata Buatan Pindad Dirancang Khusus Tangani Huru-Hara
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 17:32 WIB
loading...
A
A
A
"Berdasarkan pengalaman pengujian dengan pengguna, jadi ada efeknya kulit merah kemudian gatal, kemudian mata berair. Itu yang terjadi dan uji itu dilakukan di ruang terbuka dan efeknya itu hilang berangsur-angsur setelah 20 menit hingga 30 menit," jelasnya.
Baca: Pasta Gigi bukan Penangkal Tepat Paparan Gas Air Mata
Meski begitu, Prima mengakui bahwa pihaknya belum pernah melakukan pengujian gas air mata yang diproduksinya di ruangan tertutup. Selama ini, kata Prima, pengujian selalu dilakukan di ruangan terbuka.
"Untuk di ruang tertutup sendiri kami belum pernah melakukan pengujiannya. Yang kami lakukan selama ini adalah di ruang terbuka. Tapi, di sini yang perlu dipahami adalah berapa banyaknya (gas air mata) karena itu ada yang berpengaruh. Pertama durasinya kemudian konsentrasinya, maka jika semakin lama itu (efeknya) akan semakin parah," jelas Prima.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose membeberkan bahwa bahan kimia yang dapat dipakai pada gas air mata adalah CS (2-Chlorobenzalmalononitrile, C10H5CIN2) dan CN (2-Chloroacetophenone, C8H7CIO).
Baca: TGIPF Kanjuruhan Sebut Penggunaan Gas Air Mata Kedaluwarsa Penyimpangan
Baca: Pasta Gigi bukan Penangkal Tepat Paparan Gas Air Mata
Meski begitu, Prima mengakui bahwa pihaknya belum pernah melakukan pengujian gas air mata yang diproduksinya di ruangan tertutup. Selama ini, kata Prima, pengujian selalu dilakukan di ruangan terbuka.
"Untuk di ruang tertutup sendiri kami belum pernah melakukan pengujiannya. Yang kami lakukan selama ini adalah di ruang terbuka. Tapi, di sini yang perlu dipahami adalah berapa banyaknya (gas air mata) karena itu ada yang berpengaruh. Pertama durasinya kemudian konsentrasinya, maka jika semakin lama itu (efeknya) akan semakin parah," jelas Prima.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose membeberkan bahwa bahan kimia yang dapat dipakai pada gas air mata adalah CS (2-Chlorobenzalmalononitrile, C10H5CIN2) dan CN (2-Chloroacetophenone, C8H7CIO).
Baca: TGIPF Kanjuruhan Sebut Penggunaan Gas Air Mata Kedaluwarsa Penyimpangan
Lihat Juga :