Cerita Pilu Bapak 2 Anak di Pemalang, Buta Permanen Akibat Gemar Main Game
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 04:45 WIB
loading...
A
A
A
Peristiwa itu diceritakan Rahmad terjadi pada tahun 2012, atau 10 tahun lalu. Waktu itu, dia masih bekerja di sebuah pabrik yang ada di Jakarta. Saat ini Rahmad berdomisili di Pemalang, tepatnya di Desa Pedurungan, Kecamatan Taman.
Rahmad, yang saat ini telah dikarunia dua orang anak, menuturkan kisah pilunya kepada tim MNC Portal, saat tak sengaja bertemu di sebuah warung angkringan dekat Kantor DPU Pemalang, Kamis (13/10/2022).
Baca juga: Baca juga: Polisi Belum Tetapkan Tersangka Pembunuhan ASN Pemkot Semarang
Dia mengaku, saat pertama kali mengalami kejadian itu (kebutaan) tahun 2012. "Saat itu sekitar bulan Maret kalau gak salah mas, karena libur, gak ada kerjaan saya di warnet main game selama empat hari," sambungnya.
Dalam kondisi gelap di ruangan warnet. “Tiba-tiba pada hari keempat saya main game, mata saya gelap tidak bisa melihat, rasanya pandangan mutar semua. Sambil sempoyongan akhirnya saya pulang ke rumah di Tegal Alur Jakarta,” tuturnya mengingat kejadian awal mula kebutaannya itu.
Keesokan harinya, dengan diantar temannya, Rahmad memeriksakan matanya di sebuah Rumah Sakit di daerah Cengkareng, Jakarta barat.
Tapi nasib berkata lain, dari hasil pemeriksaan matanya itu, sungguh di luar dugaan, betapa terkejutnya Rahmad, saat dirinya mengetahui telah mengalami kebutaan permanen sampai sekarang.
Rahmad, yang saat ini telah dikarunia dua orang anak, menuturkan kisah pilunya kepada tim MNC Portal, saat tak sengaja bertemu di sebuah warung angkringan dekat Kantor DPU Pemalang, Kamis (13/10/2022).
Baca juga: Baca juga: Polisi Belum Tetapkan Tersangka Pembunuhan ASN Pemkot Semarang
Dia mengaku, saat pertama kali mengalami kejadian itu (kebutaan) tahun 2012. "Saat itu sekitar bulan Maret kalau gak salah mas, karena libur, gak ada kerjaan saya di warnet main game selama empat hari," sambungnya.
Dalam kondisi gelap di ruangan warnet. “Tiba-tiba pada hari keempat saya main game, mata saya gelap tidak bisa melihat, rasanya pandangan mutar semua. Sambil sempoyongan akhirnya saya pulang ke rumah di Tegal Alur Jakarta,” tuturnya mengingat kejadian awal mula kebutaannya itu.
Keesokan harinya, dengan diantar temannya, Rahmad memeriksakan matanya di sebuah Rumah Sakit di daerah Cengkareng, Jakarta barat.
Tapi nasib berkata lain, dari hasil pemeriksaan matanya itu, sungguh di luar dugaan, betapa terkejutnya Rahmad, saat dirinya mengetahui telah mengalami kebutaan permanen sampai sekarang.
Lihat Juga :