Kasus Keracunan di AS Melonjak Usai Trump Usul Suntik Disinfektan
Senin, 27 April 2020 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Heboh Ide Suntik Disinfektan Pasien COVID-19, Ini Klarifikasi Trump
Meski Presiden Trump sudah menyampaikan klarifikasi, banyak warga AS justru mengikuti gagasan berbahaya tersebut. Pihak berwenang di New York, Michigan, Maryland dan Illinois telah melaporkan peningkatan panggilan telepon ke pusat kendali keracunan mereka yang berkaitan dengan paparan produk pembersih rumah tangga pada hari-hari setelah pernyataan Trump.
Departemen Kesehatan dan Kebersihan Mental New York City mengatakan kepada National Public Radio bahwa pusat kendali keracunan mereka menerima 30 panggilan dalam 18 jam setelah komentar Trump. Angka itu dua kali lipat dari 13 kasus yang terjadi selama periode yang sama pada tahun 2019.
Juru bicara departemen Pedro F Frisneda mengatakan 10 kasus terkait dengan paparan pemutih, sembilan terkait Lysol dan 11 kasus terkait berbagai produk pembersih rumah tangga lainnya.
Gubernur Michigan Gretchen Whitmer dan Gubernur Maryland Larry Hogan pada hari Minggu mengindikasikan bahwa negara bagian yang mereka pimpin telah mencatat lonjakan panggilan yang dilakukan ke hotline darurat sejak pernyataan Trump keluar.
"Ratusan telepon masuk ke hotline darurat kami di departemen kesehatan kami menanyakan apakah itu benar untuk menelan produk pembersih Clorox atau alkohol—apakah itu akan membantu mereka melawan virus," kata Hogan kepada ABC News.
"Jadi, kita harus mengeluarkan peringatan itu untuk memastikan bahwa orang tidak melakukan sesuatu seperti itu, yang akan membunuh orang karena melakukannya," ujarnya, yang dilansir Senin (27/4/2020).
Baca Juga: Saran Trump Suntik Disiinfektan Bikin Banyak Warga AS Keracunan
Meski Presiden Trump sudah menyampaikan klarifikasi, banyak warga AS justru mengikuti gagasan berbahaya tersebut. Pihak berwenang di New York, Michigan, Maryland dan Illinois telah melaporkan peningkatan panggilan telepon ke pusat kendali keracunan mereka yang berkaitan dengan paparan produk pembersih rumah tangga pada hari-hari setelah pernyataan Trump.
Departemen Kesehatan dan Kebersihan Mental New York City mengatakan kepada National Public Radio bahwa pusat kendali keracunan mereka menerima 30 panggilan dalam 18 jam setelah komentar Trump. Angka itu dua kali lipat dari 13 kasus yang terjadi selama periode yang sama pada tahun 2019.
Juru bicara departemen Pedro F Frisneda mengatakan 10 kasus terkait dengan paparan pemutih, sembilan terkait Lysol dan 11 kasus terkait berbagai produk pembersih rumah tangga lainnya.
Gubernur Michigan Gretchen Whitmer dan Gubernur Maryland Larry Hogan pada hari Minggu mengindikasikan bahwa negara bagian yang mereka pimpin telah mencatat lonjakan panggilan yang dilakukan ke hotline darurat sejak pernyataan Trump keluar.
"Ratusan telepon masuk ke hotline darurat kami di departemen kesehatan kami menanyakan apakah itu benar untuk menelan produk pembersih Clorox atau alkohol—apakah itu akan membantu mereka melawan virus," kata Hogan kepada ABC News.
"Jadi, kita harus mengeluarkan peringatan itu untuk memastikan bahwa orang tidak melakukan sesuatu seperti itu, yang akan membunuh orang karena melakukannya," ujarnya, yang dilansir Senin (27/4/2020).
Baca Juga: Saran Trump Suntik Disiinfektan Bikin Banyak Warga AS Keracunan
Lihat Juga :