Ribuan Santri Alkamal Kembali Belajar, Bupati Blitar Disemprot Disinfektan
Minggu, 05 Juli 2020 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
"Bagus ini ketahanan pangannya," kata Rijanto yang juga memuji adanya program berjemur, berolahraga dan santri rutin mengkonsumsi vitamin untuk menaikkan imun tubuh.
Rijanto mengatakan, tidak ada yang bisa memastikan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Sebab sampai saat ini vaksin Covid-19 juga belum ditemukan. Yang bisa dilakukan saat ini, kata dia, hanya menerapkan protokol kesehatan sesuai konsep new normal.
"Kapan akan berakhir (Covid-19)? Semua tidak ada yang tahu," kata Rijanto. Dengan diluncurkannya Pesantren Al Kamal sebagai Pesantren Tangguh, Rijanto berharap ponpes lain di Kabupaten Blitar segera dapat menyusul. Semua ponpes bisa menerapkan protokol kesehatan. Sebab ia tidak mengharapkan adanya klaster baru Covid-19.
Dalam kesempatan itu Rijanto juga mengatakan tempat wisata di Kabupaten Blitar secara bertahap juga sudah mulai dibuka. "Wisata, tempat ibadah dan pesantren mulai kita tata. Kalau kita kompak pasti bisa. Caranya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat," pungkas Rijanto.
Tercatat hingga 4 Juli 2020 jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Blitar sebanyak 36 kasus. Perinciannya 20 orang sembuh, 10 orang dirawat dan 6 orang meninggal dunia. (Baca:SD Khadijah 3 Surabaya Lepas Siswa Purna Didik Secara Drive Thru)
Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 71 orang, dengan perincian 41 orang pulang, 9 orang dirawat dan 21 meninggal dunia. Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak1022 orang. Perinciannya, selesai dipantau 14 hari sebanyak 953 orang, dipantau 36 orang, dirawat 5 orang dan meninggal dunia 28 orang.
Rijanto mengatakan, tidak ada yang bisa memastikan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Sebab sampai saat ini vaksin Covid-19 juga belum ditemukan. Yang bisa dilakukan saat ini, kata dia, hanya menerapkan protokol kesehatan sesuai konsep new normal.
"Kapan akan berakhir (Covid-19)? Semua tidak ada yang tahu," kata Rijanto. Dengan diluncurkannya Pesantren Al Kamal sebagai Pesantren Tangguh, Rijanto berharap ponpes lain di Kabupaten Blitar segera dapat menyusul. Semua ponpes bisa menerapkan protokol kesehatan. Sebab ia tidak mengharapkan adanya klaster baru Covid-19.
Dalam kesempatan itu Rijanto juga mengatakan tempat wisata di Kabupaten Blitar secara bertahap juga sudah mulai dibuka. "Wisata, tempat ibadah dan pesantren mulai kita tata. Kalau kita kompak pasti bisa. Caranya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat," pungkas Rijanto.
Tercatat hingga 4 Juli 2020 jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Blitar sebanyak 36 kasus. Perinciannya 20 orang sembuh, 10 orang dirawat dan 6 orang meninggal dunia. (Baca:SD Khadijah 3 Surabaya Lepas Siswa Purna Didik Secara Drive Thru)
Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 71 orang, dengan perincian 41 orang pulang, 9 orang dirawat dan 21 meninggal dunia. Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak1022 orang. Perinciannya, selesai dipantau 14 hari sebanyak 953 orang, dipantau 36 orang, dirawat 5 orang dan meninggal dunia 28 orang.
(don)
Lihat Juga :