Pengukuhan Lukas Enembe sebagai Kepala Suku Besar Tuai Penolakan
Kamis, 13 Oktober 2022 - 17:29 WIB
loading...
Sekretaris Umum Sinode Kingmi di Tanah Papua, Pdt Dr Jones Wenda mengkritik Pengukuhan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai Kepala Suku Besar dari Tujuh Wilayah Adat di Papua. Foto/iNews TV/Edy Siswanto
A
A
A
JAYAPURA - Pengukuhan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai Kepala Suku Besar dari Tujuh Wilayah Adat di Papua oleh Dewan Adat Papua (DAP) menuai polemik dan penolakan berbagai pihak.
Hal ini lantaran diduga pengukuhan tersebut sarat kepentingan, terlebih saat sang gubernur terjerat kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca juga: KPK Minta Lukas Enembe Kooperatif
"Satu hal lagi yang harus kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kemarin kita dengar bahwa pak Lukas Enembe dilantik sebagai kepala suku besar. Kepala suku besar itu ada syarat-syarat dan mekanisme kita orang Papua terlebih khusus kita orang gunung. Kalau pemilihan kepala suku besar itu tidak sembarang,"kata Sekretaris Umum Sinode Kingmi di Tanah Papua, Pdt Dr Jones Wenda, Kamis (13/10/2022).
Dia menjelaskan, pengangkatan seseorang menjadi Kepala Suku Besar harus mewarisi trah Kepala Suku dan tidak serta merta lantaran kepentingan.
"Itu ada orang-orang tertentu kalau mewariskan gennya sebagai kepala suku. Itu baru diangkat sebagai kepala suku itu syarat pertama," ujarnya.
Selanjutnya yang kedua, semua ada kesepakatan dari tokoh-tokoh adat, kepala-kepala suku, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh ibu-ibu.
Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi, Gubernur Papua Lukas Enembe Jatuh Sakit
Hal ini lantaran diduga pengukuhan tersebut sarat kepentingan, terlebih saat sang gubernur terjerat kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca juga: KPK Minta Lukas Enembe Kooperatif
"Satu hal lagi yang harus kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kemarin kita dengar bahwa pak Lukas Enembe dilantik sebagai kepala suku besar. Kepala suku besar itu ada syarat-syarat dan mekanisme kita orang Papua terlebih khusus kita orang gunung. Kalau pemilihan kepala suku besar itu tidak sembarang,"kata Sekretaris Umum Sinode Kingmi di Tanah Papua, Pdt Dr Jones Wenda, Kamis (13/10/2022).
Dia menjelaskan, pengangkatan seseorang menjadi Kepala Suku Besar harus mewarisi trah Kepala Suku dan tidak serta merta lantaran kepentingan.
"Itu ada orang-orang tertentu kalau mewariskan gennya sebagai kepala suku. Itu baru diangkat sebagai kepala suku itu syarat pertama," ujarnya.
Selanjutnya yang kedua, semua ada kesepakatan dari tokoh-tokoh adat, kepala-kepala suku, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh ibu-ibu.
Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi, Gubernur Papua Lukas Enembe Jatuh Sakit
Lihat Juga :