Polisi Sebut Gas Air Mata Tak Mematikan, Aremania: Ya Monggo Coba Sendiri di Ruang Tertutup
Selasa, 11 Oktober 2022 - 20:35 WIB
loading...
Aremania bersikap keras terkait pernyataan Polri tentang gas air mata yang disebut tidak mematikan. Foto/inews TV/Deni Irwansyah
A
A
A
MALANG - Gas air mata yang memicu tragedi Kanjuruhan, disebut-sebut sudah kadaluarsa. Bahkan, Polri menyebut gas air mata tidak memicu terjadinya kematian, dan efektivitasnya semakin menurun ketika sudah kadaluarsa.
Baca juga: Diperiksa di Polda Jatim Ketua Panpel Arema FC Minta Korban Tragedi Kanjuruhan Diautopsi, Ada Apa?
Pernyataan Polri tersebut, mendapatkan reaksi keras dari Aremania. Bahkan, para Aremania meminta polisi mencoba sendiri gas air mata tersebut di ruangan tertutup. "Kalau memang katanya gas air mata mata tidak mematikan, ya monggo silahkan dicoba sendiri dalam kondisi ruangan tertutup," tegas salah satu Aremania, Rafi Maulana.
Dia menyebutkan, banyak Aremania korban tragedi Kanjuruhan yang datang ke Posko Gabungan Aremania di KNPI. Rata-rata mereka merasakan sesak nafas dan pedih saat terkena gas air mata.
Baca juga: Nico Afinta Dicopot Sebagai Kapolda Jatim, Ibu Rumah Tangga di Pasuruan Cukur Gundul
"Hingga kini Posko Gabungan Aremania di KNPI Kota Malang, masih terus menerima laporan adanya korban tragedi Kanjuruhan. Menurut Rafi Maulana, para korban rata-rata melapor kebanyakan mengeluhkan trauma fisik dan mental," ungkapnya.
Baca juga: Diperiksa di Polda Jatim Ketua Panpel Arema FC Minta Korban Tragedi Kanjuruhan Diautopsi, Ada Apa?
Pernyataan Polri tersebut, mendapatkan reaksi keras dari Aremania. Bahkan, para Aremania meminta polisi mencoba sendiri gas air mata tersebut di ruangan tertutup. "Kalau memang katanya gas air mata mata tidak mematikan, ya monggo silahkan dicoba sendiri dalam kondisi ruangan tertutup," tegas salah satu Aremania, Rafi Maulana.
Dia menyebutkan, banyak Aremania korban tragedi Kanjuruhan yang datang ke Posko Gabungan Aremania di KNPI. Rata-rata mereka merasakan sesak nafas dan pedih saat terkena gas air mata.
Baca juga: Nico Afinta Dicopot Sebagai Kapolda Jatim, Ibu Rumah Tangga di Pasuruan Cukur Gundul
"Hingga kini Posko Gabungan Aremania di KNPI Kota Malang, masih terus menerima laporan adanya korban tragedi Kanjuruhan. Menurut Rafi Maulana, para korban rata-rata melapor kebanyakan mengeluhkan trauma fisik dan mental," ungkapnya.
Lihat Juga :