49 Tanggul Rawan Jebol, Pemkab Bekasi: Warga Bantaran Sungai Waspada Banjir
Selasa, 11 Oktober 2022 - 14:24 WIB
loading...
Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
BEKASI - Pemkab Bekasi menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk segera bersiap menghadapi musim hujan. Sebagai daerah dengan risiko bencana sedang hingga tinggi, semua pihak diminta memprioritaskan perlindungan terhadap masyarakat.
Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan, pemerintah melakukan upaya prevensi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, di antaranya melakukan mitigasi secara struktural dan nonstruktural, aktivasi posko siaga darurat, serta kesiapsiagaan personel.
“Pokoknya yang terpenting menghadapi bencana itu yaitu memberikan perlindungan kepada masyarakat. Ini penting diantisipasi karena Kabupaten Bekasi termasuk daerah dengan indeks risiko bencana sedang tinggi,” kata Dani, Selasa (11/10/2022). Baca juga: Pemkab Bekasi Terima 10.179 Usulan Pembangunan 2023
Dalam beberapa tahun terakhir, banjir menjadi bencana yang kerap terjadi di hampir seluruh wilayah Bekasi. Banjir terparah terjadi di wilayah utara dan di sepanjang daerah aliran sungai.
Meskipun telah dilakukan mitigasi, namun tidak ada DAS yang bisa dinyatakan bebas banjir.Apalagi, kata Dani, sungai memiliki karakteristik tersendiri dan terdapat siklus lima hingga sepuluh tahunan. Kondisi ini yang harus diantisipasi dengan kesiapsiagaan.
“Tidak ada istilah bebas banjir di daerah aliran sungai, karena karakteristik sungai, DAS dan hujan memiliki siklus tahunan, 5 tahun, 10 tahun, selain itu manajemen sungai kita yang masih lemah serta ada fenomena climate changes,” ujarnya. Baca juga: Pemkab Bekasi Kantongi Perusahaan Pencemar Lingkungan
Tingginya potensi banjir di DAS tidak lepas dari Bekasi yang berada pada wilayah hilir Citarum. Hingga kini, program revitalisasi sungai terpanjang di Jawa Barat ini yakni Citarum Harum, belum sampai ke wilayah hilir. Alhasil potensi banjir masih tetap tinggi.
Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan, pemerintah melakukan upaya prevensi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, di antaranya melakukan mitigasi secara struktural dan nonstruktural, aktivasi posko siaga darurat, serta kesiapsiagaan personel.
“Pokoknya yang terpenting menghadapi bencana itu yaitu memberikan perlindungan kepada masyarakat. Ini penting diantisipasi karena Kabupaten Bekasi termasuk daerah dengan indeks risiko bencana sedang tinggi,” kata Dani, Selasa (11/10/2022). Baca juga: Pemkab Bekasi Terima 10.179 Usulan Pembangunan 2023
Dalam beberapa tahun terakhir, banjir menjadi bencana yang kerap terjadi di hampir seluruh wilayah Bekasi. Banjir terparah terjadi di wilayah utara dan di sepanjang daerah aliran sungai.
Meskipun telah dilakukan mitigasi, namun tidak ada DAS yang bisa dinyatakan bebas banjir.Apalagi, kata Dani, sungai memiliki karakteristik tersendiri dan terdapat siklus lima hingga sepuluh tahunan. Kondisi ini yang harus diantisipasi dengan kesiapsiagaan.
“Tidak ada istilah bebas banjir di daerah aliran sungai, karena karakteristik sungai, DAS dan hujan memiliki siklus tahunan, 5 tahun, 10 tahun, selain itu manajemen sungai kita yang masih lemah serta ada fenomena climate changes,” ujarnya. Baca juga: Pemkab Bekasi Kantongi Perusahaan Pencemar Lingkungan
Tingginya potensi banjir di DAS tidak lepas dari Bekasi yang berada pada wilayah hilir Citarum. Hingga kini, program revitalisasi sungai terpanjang di Jawa Barat ini yakni Citarum Harum, belum sampai ke wilayah hilir. Alhasil potensi banjir masih tetap tinggi.
Lihat Juga :