Anies Analogikan Banjir Jakarta Bagaikan Air dalam Gelas
Selasa, 11 Oktober 2022 - 04:07 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi kalau bisa dikembalikan dengan volume air sebanyak itu berarti manajemen airnya berjalan baik, karena jumlah air yang jatuh tidak bisa dalam kendali kita tetapi, ketika hujan berhenti berapa lama itu bisa Surut nah itu nanti manajemen air," kata Anies.
Seperti di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan yang sebelumnya tidak pernah banjir namun kini banjir. Kata Anies, hal itu disebabkan karena intensitas air hujan 180 mililiter dalam waktu dua jam.
"Hujan ekstrem itu di atas 150 mililiter per hari, lah ini dua jam 180 berarti kan ekstrem, apa yang terjadi pasti tergenang tapi dalam waktu empat jam hilang sudah, artinya sistem manajemen pengendalian untuk pemulihan itu berjalan baik," tuturnya.
Menurut Anies, DKI Jakarta dalam penanggulangan banjir telah menggunakan Key Performance Indicator (KPI) sejak 2018. Sistem penanganan banjir ini ditargetkan banjir surut maksimal enam jam. Baca juga: Banjir Jakarta, Ratusan Warga Masih Mengungsi
"QPI Nya harus enam jam surut jadi begitu ada banjir, semua orang tau enam jam harus surut," pungkasnya.
Seperti di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan yang sebelumnya tidak pernah banjir namun kini banjir. Kata Anies, hal itu disebabkan karena intensitas air hujan 180 mililiter dalam waktu dua jam.
"Hujan ekstrem itu di atas 150 mililiter per hari, lah ini dua jam 180 berarti kan ekstrem, apa yang terjadi pasti tergenang tapi dalam waktu empat jam hilang sudah, artinya sistem manajemen pengendalian untuk pemulihan itu berjalan baik," tuturnya.
Menurut Anies, DKI Jakarta dalam penanggulangan banjir telah menggunakan Key Performance Indicator (KPI) sejak 2018. Sistem penanganan banjir ini ditargetkan banjir surut maksimal enam jam. Baca juga: Banjir Jakarta, Ratusan Warga Masih Mengungsi
"QPI Nya harus enam jam surut jadi begitu ada banjir, semua orang tau enam jam harus surut," pungkasnya.
(mhd)
Lihat Juga :