Ribuan Warga Pidie Aceh Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Doa untuk Tragedi Kanjuruhan
Senin, 10 Oktober 2022 - 19:14 WIB
loading...
A
A
A
Wahyudi menyatakan telah bertemu, bersilaturahmi dan berdiskusi dengan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh ulama dan menemukan sejumlah jejak kesejarahan emas kabupaten ini yang dirangkum dalam sebuah istilah Salam Pidie Mulia.
"Ide membangkitkan Salam Pidie Mulia merupakan ide-ide yang sudah lama ada yang tenggelam karena lamanya konflik yang ada. Pidie Mulia ini layaknya pedang yang sudah lama ada dan tidak terawat, sudah saatnya pedang lama tersebut dirawat kembali sehingga bisa bercahaya. Kemulian Pidie ini sudah ada lama yang perlu direaktualisasi kembali agar kesejahteraan masyarakat Pidie menjadi semakin membaik,” ungkap alumnus Fakultas Pertanian Universitas Jember 1984 itu.
Wahyudi berserta Forkopimda Pidie menyerahkan santunan kepada 1.000 anak yatim piatu yang didata secara khusus oleh Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Pidie.
“Santunan tersebut diberikan kepada 23 anak yatim piatu yang merupakan perwakilan dari jumlah kecamatan di wilayahnya. Hal ini semata-mata untuk kembali mengenang ketauladanan Sang Uswatun Hasanah,-Nabi Muhammad SAW,- yang sangat mencintai dan memuliakan anak-anak yatim piatu. Maulid Nabi Besar merupakan lebarannya anak yatim piatu,” tegas pria asal Jember ini.
Baca juga: Putar Rekaman CCTV, Anggota TGIPF Melihat Detik-detik Penonton Meregang Nyawa
Dalam acara tersebut sejumlah tokoh adat, tokoh budaya dan tokoh ulama sepuh Pidie turut hadir, di antaranya Abu Ishak Lamkawe, Abu Kuta Krueng, Abu Amin Keumala, Abu Keune, Ayah Tungkop, Abu Ismi dan Abu Mahyidin Reubee.
"Ide membangkitkan Salam Pidie Mulia merupakan ide-ide yang sudah lama ada yang tenggelam karena lamanya konflik yang ada. Pidie Mulia ini layaknya pedang yang sudah lama ada dan tidak terawat, sudah saatnya pedang lama tersebut dirawat kembali sehingga bisa bercahaya. Kemulian Pidie ini sudah ada lama yang perlu direaktualisasi kembali agar kesejahteraan masyarakat Pidie menjadi semakin membaik,” ungkap alumnus Fakultas Pertanian Universitas Jember 1984 itu.
Wahyudi berserta Forkopimda Pidie menyerahkan santunan kepada 1.000 anak yatim piatu yang didata secara khusus oleh Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Pidie.
“Santunan tersebut diberikan kepada 23 anak yatim piatu yang merupakan perwakilan dari jumlah kecamatan di wilayahnya. Hal ini semata-mata untuk kembali mengenang ketauladanan Sang Uswatun Hasanah,-Nabi Muhammad SAW,- yang sangat mencintai dan memuliakan anak-anak yatim piatu. Maulid Nabi Besar merupakan lebarannya anak yatim piatu,” tegas pria asal Jember ini.
Baca juga: Putar Rekaman CCTV, Anggota TGIPF Melihat Detik-detik Penonton Meregang Nyawa
Dalam acara tersebut sejumlah tokoh adat, tokoh budaya dan tokoh ulama sepuh Pidie turut hadir, di antaranya Abu Ishak Lamkawe, Abu Kuta Krueng, Abu Amin Keumala, Abu Keune, Ayah Tungkop, Abu Ismi dan Abu Mahyidin Reubee.
Lihat Juga :