Begini Penjelasan BMKG Soal Fenomena Hujan Es di Depok
Senin, 10 Oktober 2022 - 05:16 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Hujan Es Landa Depok, Banyak Rumah Bocor dan Pohon Tumbang
Hujan es tersebut terjadi akibat terbentuknya awan Cumulonimbus yang menjulang tinggi ke angkasa hingga ketinggian lebih dari 5.000 - 9.000 meter. Suhu di bagian puncak awan tersebut bisa mencapai -60 derajat celcius atau lebih dingin lagi, sehingga uap air akan membentuk kristal-kristal es.
"Hujan es ini hanya terjadi dalam waktu singkat, yaitu kurang dari 1 jam, di mana butiran ini sampai ke permukaan bumi masih menyisakan butiran es dengan diameter 5-50 mm," jelasnya.
Hujan es tersebut berpotensi membahayakan dan merusak jika terjadi dalam skala besar, contohnya menyebabkan kerusakan pada atap rumah.
"Berdasarkan analisis citra radar menggunakan produk CMAX (Coloumn Maximum) dan CAPPI (Constant Altitude Plan Position Indicator) menunjukan pertumbuhan awan dengan nilai reflektivitas hingga >60 dBz, serta berdasarkan analisa satelit Himawari-8 menunjukan adanya awan dengan suhu puncak kurang dari -70 derajat celcius," pungkasnya.
Hujan es tersebut terjadi akibat terbentuknya awan Cumulonimbus yang menjulang tinggi ke angkasa hingga ketinggian lebih dari 5.000 - 9.000 meter. Suhu di bagian puncak awan tersebut bisa mencapai -60 derajat celcius atau lebih dingin lagi, sehingga uap air akan membentuk kristal-kristal es.
"Hujan es ini hanya terjadi dalam waktu singkat, yaitu kurang dari 1 jam, di mana butiran ini sampai ke permukaan bumi masih menyisakan butiran es dengan diameter 5-50 mm," jelasnya.
Hujan es tersebut berpotensi membahayakan dan merusak jika terjadi dalam skala besar, contohnya menyebabkan kerusakan pada atap rumah.
"Berdasarkan analisis citra radar menggunakan produk CMAX (Coloumn Maximum) dan CAPPI (Constant Altitude Plan Position Indicator) menunjukan pertumbuhan awan dengan nilai reflektivitas hingga >60 dBz, serta berdasarkan analisa satelit Himawari-8 menunjukan adanya awan dengan suhu puncak kurang dari -70 derajat celcius," pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :