Angka Kebocoran Air Masih Jadi Masalah Besar PDAM di Seluruh Indonesia
Minggu, 09 Oktober 2022 - 09:00 WIB
loading...
CEO WI.Plat, Sanghoon-Cha saat memaparkan pendekatan teknologi untuk menurunkan NRW dalam panel diskusi Indonesia Water Forum 2022. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Angka kebocoran air minum atau non revenue water (NRW) masih menjadi masalah besar dalam cakupan penyediaan air minum. Padahal, pemerintah menargetkan penurunan NRW pada Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) ke level 25 persen pada 2024.
Dalam pembukaan Indonesia Water Forum 2022 yang digelar di Jakarta Convention Center, Rabu 5 Oktober 2022, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa angka kehilangan air minum, baik teknis maupun administrasi rata-rata masih 40 persen.
”Kehilangan air minum itu, baik teknis maupun administrasi rata-rata masih 40 persen,” kata Basuki Hadimuljono. Baca juga: Menteri PUPR Sebut Fungsi Air untuk Hadapi Ancaman Krisis Pangan
Menyikapi persoalan tersebut, WI.Plat Co. Ltd, perusahaan teknologi penurun kebocoran air yang berasal dari Korea Selatan bekerja sama dengan PT SUPRA Internasional Indonesia memperkenalkan teknologi baru dalam management NRW dan penurunan kebocoran air minum perpipaan dalam kegiatan Indowater dan Indonesia Water Forum 2022 itu.
Dalam paparannya mengenai pendekatan teknologi dalam penurunan kebocoran air minum perpipaan di perkotaan pada panel diskusi Indonesia Water Forum 2022, CEO WI.Plat, Sanghoon-Cha mengatakan bahwa penggunaan teknologi terbukti mampu menekan NRW.
”Penggunaan teknologi Artificial Intelligence, IoT, dan Cloud terbukti dapat mempermudah perusahaan air minum dalam menurunkan angka kebocoran air dengan lebih mudah dan efisien,” kata Sanghoon-Cha dalam keterangannya, Jumat (7/10/2022).
Selanjutnya, kata Sanghoon-Cha, dengan melakukan manajemen pengendalian kebocoran air minum perpipaan, air yang diselamatkan dapat bermanfaat bagi jutaan orang lainnya.
Dalam pembukaan Indonesia Water Forum 2022 yang digelar di Jakarta Convention Center, Rabu 5 Oktober 2022, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa angka kehilangan air minum, baik teknis maupun administrasi rata-rata masih 40 persen.
”Kehilangan air minum itu, baik teknis maupun administrasi rata-rata masih 40 persen,” kata Basuki Hadimuljono. Baca juga: Menteri PUPR Sebut Fungsi Air untuk Hadapi Ancaman Krisis Pangan
Menyikapi persoalan tersebut, WI.Plat Co. Ltd, perusahaan teknologi penurun kebocoran air yang berasal dari Korea Selatan bekerja sama dengan PT SUPRA Internasional Indonesia memperkenalkan teknologi baru dalam management NRW dan penurunan kebocoran air minum perpipaan dalam kegiatan Indowater dan Indonesia Water Forum 2022 itu.
Dalam paparannya mengenai pendekatan teknologi dalam penurunan kebocoran air minum perpipaan di perkotaan pada panel diskusi Indonesia Water Forum 2022, CEO WI.Plat, Sanghoon-Cha mengatakan bahwa penggunaan teknologi terbukti mampu menekan NRW.
”Penggunaan teknologi Artificial Intelligence, IoT, dan Cloud terbukti dapat mempermudah perusahaan air minum dalam menurunkan angka kebocoran air dengan lebih mudah dan efisien,” kata Sanghoon-Cha dalam keterangannya, Jumat (7/10/2022).
Selanjutnya, kata Sanghoon-Cha, dengan melakukan manajemen pengendalian kebocoran air minum perpipaan, air yang diselamatkan dapat bermanfaat bagi jutaan orang lainnya.
Lihat Juga :