Solusi di Masa Sulit Pandemi COVID-19, Jehamu Budidaya Sayuran Organik
Minggu, 05 Juli 2020 - 10:12 WIB
loading...
A
A
A
“Untuk jenis tanaman sayuran ataupun obat-obatan diantaranya jahe, kunyit, lengkuas, sere, temulawak sayuran sawi, tomat, terong, seledri dan lain sebagainya,” ujar dia.
Jehamu mengaku mulai melakukan budidaya tanaman sayuran organik pada 10 April 2020. Untuk panen dilakukan setiap 2,5 bulan.
“Awalnya tanaman (sayuran) ini hanya untuk konsumsi sendiri. Namun karena banyak permintaan tetangga dan sekitarnya ya kami jual. Untuk terong dan cabe per polybag/pot seharga Rp25 ribu, begitu juga dengan terong Rp25 ribu/kg,” tutur Jehamu.
“Masa sulit karena pandemi COVID-19 seperti saat ini, kita harus kreatif dan memanfaatkan yang ada. Bertani polybag bisa menjadi pilihan warga perkampungan karena tak butuh lahan luas, cukup dalam plastik polybag tanam bibit sayuran. Pupuknya pun kita bisa buat dengan sampah rumah seperti kulit pisang maupun nasi basi,” ungkap pria berusia 62 tahun ini.
![Solusi di Masa Sulit Pandemi COVID-19, Jehamu Budidaya Sayuran Organik]()
Yohanes Jehamu menyiram tanaman. Foto/SINDOnews/Ahmad Antoni
Menurut Jehamu, bercocok tanam organik bukanlah hal baru baginya. Saat tinggal di Flores, dirinya adalah seorang petani. Bahkan setelah itu juga mempunyai pengalaman bekerja pertanian sayuran organik di Bandung.
Jehamu mengaku mulai melakukan budidaya tanaman sayuran organik pada 10 April 2020. Untuk panen dilakukan setiap 2,5 bulan.
“Awalnya tanaman (sayuran) ini hanya untuk konsumsi sendiri. Namun karena banyak permintaan tetangga dan sekitarnya ya kami jual. Untuk terong dan cabe per polybag/pot seharga Rp25 ribu, begitu juga dengan terong Rp25 ribu/kg,” tutur Jehamu.
“Masa sulit karena pandemi COVID-19 seperti saat ini, kita harus kreatif dan memanfaatkan yang ada. Bertani polybag bisa menjadi pilihan warga perkampungan karena tak butuh lahan luas, cukup dalam plastik polybag tanam bibit sayuran. Pupuknya pun kita bisa buat dengan sampah rumah seperti kulit pisang maupun nasi basi,” ungkap pria berusia 62 tahun ini.

Yohanes Jehamu menyiram tanaman. Foto/SINDOnews/Ahmad Antoni
Menurut Jehamu, bercocok tanam organik bukanlah hal baru baginya. Saat tinggal di Flores, dirinya adalah seorang petani. Bahkan setelah itu juga mempunyai pengalaman bekerja pertanian sayuran organik di Bandung.
Lihat Juga :