Solusi di Masa Sulit Pandemi COVID-19, Jehamu Budidaya Sayuran Organik
Minggu, 05 Juli 2020 - 10:12 WIB
loading...
A
A
A
Berbekal pengetahuannya tersebut, Jehamu pun menyulap lahan kosong tempat tinggalnya menjadi kebun polybag dengan berbagai jenis tanaman sayuran.
Dia memiliki cara unik untuk pemupukan tanaman. Yakni memakai kotoran kambing, dedak/ katul, tanah serta sekam padi yang diisi dalam polybag sebagai media tanam.
Sedangkan untuk pupuk cair, Jemahu meramu sampah rumah tangga dari kulit pisang dan nasi basi serta sampah organik lain, asal tidak bercampur dengan minyak, kemudian diperam dalam tong selama 21 hari untuk kemudian bisa digunakan dalam pemupukan.
Selain itu, dia juga membuat ramuan pupuk berupa batang pisang, lidah buaya, sabut kelapa, daun lamtoro, dan daun kaliandra direndam dengan air cucian beras. Kemudian diperam dalam tong selama 21 hari hingga terjadi pembusukan.
“Kalau ramuan pupuk sudah bau busuk menyengat, berarti sudah bisa digunakan untuk pemupukan. Saya jamin, pupuk organik ini bisa membuat panen sayuran menjadi lebih baik asal penyiraman sehari 2 kali rutin dilakukan serta kebutuhan sinar matahari cukup,” ujar Jehamu.
Hasilnya pun bisa dipetik. Setiap 2,5 bulan bisa memanen. Warga pun bisa membelinya. Jehamu pun secara sukarela terbuka untuk memberikan edukasi ke warga sekitar tentang teknik bertani yang benar agar bisa merangsang mereka bertani polybag.
Dia memiliki cara unik untuk pemupukan tanaman. Yakni memakai kotoran kambing, dedak/ katul, tanah serta sekam padi yang diisi dalam polybag sebagai media tanam.
Sedangkan untuk pupuk cair, Jemahu meramu sampah rumah tangga dari kulit pisang dan nasi basi serta sampah organik lain, asal tidak bercampur dengan minyak, kemudian diperam dalam tong selama 21 hari untuk kemudian bisa digunakan dalam pemupukan.
Selain itu, dia juga membuat ramuan pupuk berupa batang pisang, lidah buaya, sabut kelapa, daun lamtoro, dan daun kaliandra direndam dengan air cucian beras. Kemudian diperam dalam tong selama 21 hari hingga terjadi pembusukan.
“Kalau ramuan pupuk sudah bau busuk menyengat, berarti sudah bisa digunakan untuk pemupukan. Saya jamin, pupuk organik ini bisa membuat panen sayuran menjadi lebih baik asal penyiraman sehari 2 kali rutin dilakukan serta kebutuhan sinar matahari cukup,” ujar Jehamu.
Hasilnya pun bisa dipetik. Setiap 2,5 bulan bisa memanen. Warga pun bisa membelinya. Jehamu pun secara sukarela terbuka untuk memberikan edukasi ke warga sekitar tentang teknik bertani yang benar agar bisa merangsang mereka bertani polybag.
(awd)
Lihat Juga :