Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris: Masalahnya Gas Air Mata!

Jum'at, 07 Oktober 2022 - 19:27 WIB
loading...
Tersangka Tragedi Kanjuruhan,...
Ketua Panpel Arema FC Abdul Harris menyayangkan tembakan gas air mata ke arah tribun Stadion Kanjuruhan yang memicu Tragedi Kanjuruhan. Foto/MPI/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Tragedi Kanjuruhan mengakibatkan 131 orang tewas dan ratusan terlua. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Arema FC Abdul Haris menyayangkan tembakan gas air mata ke arah penonton di tribun Stadion Kanjuruhan, Malang.

Abdul Haris yang telah ditetapkan sebagai salah satu dari enam tersangka Tragedi Kanjuruhan menyebut, akibat tembakan gas air mata itu membuat para penonton menjadi panik dan berduyun-duyun mencari jalan keluar dari Stadion Kanjuruhan.

Baca juga: BREAKING NEWS! 6 Orang Ditetapkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Abdul Haris menyatakan, saat pertandingan Arema FC melawan Persib dan Persija sebenarnya juga aman dan kondusif. Bahkan pihaknya mengakui mencetak tiket penuh.

"Masalahnya adalah gas air mata yang ditembakkan ke pintu darurat evakuasi, darurat evakuasi. Saya mohon maaf, sahabat-sahabatku, saudara-saudaraku yang bertugas di kepolisian, mohon maaf, atas nama kemanusiaan saya mohon ini diusut, diautopsi, mungkin ada sesuatu di situ. Saya mohon!" kata Abdul Harris di kantor Arema FC, Malang, Jumat (7/10/2022).



Sambil menangis sedih, Abdul Harris yang telah ditetapkan sebagai tersangka pun merelakan jika dirinya dihukum demi nyawa Aremania yang tidak bisa tergantikan.

Harris pun menegaskan, gas air mata itulah yang disebutnya menjadi awal mula petaka.

Baca juga: 6 Orang Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ini Peran Mereka

"Untuk hari ini saya wakafkan diri saya, sisa hidup saya, tidak apa-apa, untuk Aremania yang sudah menjadi korban, kehilangan nyawa mereka, mereka saudara-saudara yang tidak berdosa. Dan nyawanya hilang karena pemantiknya adalah gas air mata, itu adalah yang saya tahu, fakta yang ada, jadi mohon maaf," tandasnya.

Diketahui kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2-3. Para suporter merangsek masuk ke lapangan dan menyerbu pemain.

Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan

Akibat kejadian hingga Jumat pagi pukul 06.00 WIB,ada 131 orang meninggal dunia dan 547 orang luka-luka. Para korban ini tersebar di 24 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

Pasca kejadian ini, tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menetapkan enam tersangka, yakni Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penanggungjawab kompetisi, Ketua Panpel Arema Abdul Harris, Security Officer Suko Sutrisno.

Sedangkan tiga tersangka lain yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidiq Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarmawan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Tetapkan Habib...
Polisi Tetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai Tersangka Dugaan Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
2 Pelaku Pengusiran...
2 Pelaku Pengusiran dan Perusakan Rumah Nenek Elina Ditetapkan Jadi Tersangka
Direktur Lokataru Ditangkap,...
Direktur Lokataru Ditangkap, IPW: Kalau Soal ITE Pembuktian Polisi Biasanya Akurat
Pernyataan Lengkap Mendiktisaintek...
Pernyataan Lengkap Mendiktisaintek soal Gerakan Aksi Mahasiswa dan Insiden Gas Air Mata di Unisba
Insiden di Kampus Unpas...
Insiden di Kampus Unpas dan Unisba, Ini Pernyataan Resmi Polda Jabar
Unpas dan Unisba Tegaskan...
Unpas dan Unisba Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Dalam Demo Ricuh Tadi Malam
Eks Direktur Sekaligus...
Eks Direktur Sekaligus Founder Dana Syariah Indonesia Jadi Tersangka
Asisten Pelatih Arema...
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia
Gus Yaqut dan Gus Alex...
Gus Yaqut dan Gus Alex Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Bakal Ditahan?
Rekomendasi
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Comeback Lewat Film...
Comeback Lewat Film Seni Merayu Tuhan, Onad Ungkap Kekagumannya pada Habib Jafar
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
Berita Terkini
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
UMKM Binaan Astra Tembus...
UMKM Binaan Astra Tembus ke Luar Negeri, Omzet Petani Naik Jadi Rp11,9 Miliar
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Sebut Flyover Latumenten Bisa Kurangi Macet 40%
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
FKM UI Gelar Pelatihan...
FKM UI Gelar Pelatihan K3 dan Kesiapsiagaan Kebakaran untuk Guru SMPN 107 Jakarta
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
Infografis
Tragedi Stadion Kanjuruhan,...
Tragedi Stadion Kanjuruhan, 6 Tersangka Ditahan Polisi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved