Misteri Bilik Gundik Perempuan dalam Kapal Kerajaan Sriwijaya
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 05:40 WIB
loading...
A
A
A
Negeri-negeri yang oleh sejarawan Prancis Anthony Reid dinamakan dengan "Negeri Bawah Angin" telah mengalami periode perdagangan global yang lebih lama dibandingkan dengan penjelajah laut dari Mediterania.
Keberadaan bilik-bilik bagi perempuan di perahu-perahu yang berasal dari kepulauan Asia Tenggara semakin diperkuat kesejarahannya dengan temuan-temuan penelitian genetika. Penelitian lembaga mikrobiologi Eijkman, Jakarta, telah mengkonfirmasi adanya leluhur-leluhur perempuan dari orang Madagaskar yang berasal dari Banjar, Kalimantan Selatan.
Baca juga: Gayatri Rajapatni, Penguasa Majapahit yang Memilih Menjadi Biksu daripada Ratu
Perkawinan antara perempuan-perempuan yang berasal dari salah satu wilayah bawahan Kedatuan Sriwijaya dengan laki-laki Madagaskar ini terjadi pada sekitar abad 9 hingga 11 masehi. Bagaimana jejak genetik bisa sampai ke wilayah terjauh di bagian barat Samudera Hindia, jawabannya adalah koloni dagang.
Jared Diamond, peneliti dan penulis sejarah peradaban manusia, mencatat fenomena ini sebagai "fakta tunggal paling memukau dari geografi manusia". Samudera sebagai penghubung perdagangan antara bangsa atau saat ini dikenal dengan istilah globalisasi telah berkembang bahkan sejak sebelum abad pertengahan.
Sementara dalam catatan pelaut Persia, Buzurg ibnu Syahriar tentang seribu perahu orang "Waqwaq" di perairan Afrika Timur dijelaskan oleh Denys Lombard dalam magnum opusnya Nusajawa Silang Benua, Jaringan Asia. Perahu-perahu ini dikatakan datang dari jarak yang memerlukan setahun pelayaran.
Keberadaan bilik-bilik bagi perempuan di perahu-perahu yang berasal dari kepulauan Asia Tenggara semakin diperkuat kesejarahannya dengan temuan-temuan penelitian genetika. Penelitian lembaga mikrobiologi Eijkman, Jakarta, telah mengkonfirmasi adanya leluhur-leluhur perempuan dari orang Madagaskar yang berasal dari Banjar, Kalimantan Selatan.
Baca juga: Gayatri Rajapatni, Penguasa Majapahit yang Memilih Menjadi Biksu daripada Ratu
Perkawinan antara perempuan-perempuan yang berasal dari salah satu wilayah bawahan Kedatuan Sriwijaya dengan laki-laki Madagaskar ini terjadi pada sekitar abad 9 hingga 11 masehi. Bagaimana jejak genetik bisa sampai ke wilayah terjauh di bagian barat Samudera Hindia, jawabannya adalah koloni dagang.
Jared Diamond, peneliti dan penulis sejarah peradaban manusia, mencatat fenomena ini sebagai "fakta tunggal paling memukau dari geografi manusia". Samudera sebagai penghubung perdagangan antara bangsa atau saat ini dikenal dengan istilah globalisasi telah berkembang bahkan sejak sebelum abad pertengahan.
Sementara dalam catatan pelaut Persia, Buzurg ibnu Syahriar tentang seribu perahu orang "Waqwaq" di perairan Afrika Timur dijelaskan oleh Denys Lombard dalam magnum opusnya Nusajawa Silang Benua, Jaringan Asia. Perahu-perahu ini dikatakan datang dari jarak yang memerlukan setahun pelayaran.
Lihat Juga :