Profil AKBP Putu Kholis, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Gantikan Kapolres Malang yang Dicopot
Senin, 03 Oktober 2022 - 19:33 WIB
loading...
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana menggantikan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat yang dicopot akibat tragedi Kanjuruhan. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana menggantikan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat yang dicopot akibat tragedi Kanjuruhan . Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang menewaskan 125 orang.
Nama Putu Kholis cukup terkenal di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Mantan ajudan Wakapolri itu berhasil mengungkap kasus-kasus besar, salah satunya kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp14,8 miliar dari sindikat sabu lintas negara seberat 2 kg.
Baca juga: Profil Kombes Gidion Arif, Kapolres Bekasi yang Dikenal Garang
Sebelum menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Putu Kholis menduduki posisi Koorspri Kabareskrim Polri pada 2019 dan Kanit III Subdit III Dittipidum Bareskrim.
Kembali ke pengungkapan TPPU Rp14,8 miliar, Putu mengungkapkan bahwa sabu yang diselundupkan berasal dari China yang diantarkan ke Malaysia kemudian dikirim ke Indonesia melalui jalur tikus.
"Masuk ke Indonesia melalui jalur ilegal. Rencananya diedarkan di Jakarta dan Semarang, Jawa Tengah," ujar Putu.
Nama Putu Kholis cukup terkenal di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Mantan ajudan Wakapolri itu berhasil mengungkap kasus-kasus besar, salah satunya kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp14,8 miliar dari sindikat sabu lintas negara seberat 2 kg.
Baca juga: Profil Kombes Gidion Arif, Kapolres Bekasi yang Dikenal Garang
Sebelum menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Putu Kholis menduduki posisi Koorspri Kabareskrim Polri pada 2019 dan Kanit III Subdit III Dittipidum Bareskrim.
Kembali ke pengungkapan TPPU Rp14,8 miliar, Putu mengungkapkan bahwa sabu yang diselundupkan berasal dari China yang diantarkan ke Malaysia kemudian dikirim ke Indonesia melalui jalur tikus.
"Masuk ke Indonesia melalui jalur ilegal. Rencananya diedarkan di Jakarta dan Semarang, Jawa Tengah," ujar Putu.
Lihat Juga :