Daya Beli Melemah, Pedagang Pasar Tradisional Resah
Senin, 03 Oktober 2022 - 15:07 WIB
loading...
Seorang pedagang bahan pokok tengah menunggu konsumennya di pasar tradisional. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Jumlah pengunjung atau konsumen pasar tradisional masih belum pulih sepenuhnya. Kondisi ini terjadi akibat tidak stabilnya harga barang di pasar, termasuk juga dampak dari kenaikan harga BBM yang belum lama ini ditetapkan.
Kondisi ini mempengaruhi nasib pedagang pasar yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pasar. Baca juga: Harga Telur di Pasar-pasar Jakarta Selatan Meroket hingga Rp34.000 per Kg
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Mujiburrohman mengatakan, kendala yang dihadapi pedagang pasar ini telah dialami selama satu tahun terakhir. Menurutnya, jauh sebelum kenaikan harga BBM terjadi, keadaan pasar sudah memprihatinkan.
"Pandemi sudah mereda, tapi kedatangan pengunjung ke pasar masih belum membaik juga. Sekarang pasar sudah sepi mulai dari jam dua, padahal masih banyak barang yang belum habis terjual," ungkapnya di Jakarta, Senin (3/10/2022).
Mujiburrohman menyoroti sepinya pasar dipicu oleh lemahnya daya beli masyarakat, dan ketidakstabilan harga yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan pokok dan BBM.
Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Don Muzakir mengatakan, saat ini pedagang pasar masih berusaha bangkit agar omzetnya kembali pulih setelah pandemi Covid-19. Namun, apabila pasar masih terus alami penurunan pengunjung sampai tahun depan, banyak pedagang yang dapat mengalami kerugian, bahkan gulung tikar.
Kondisi ini mempengaruhi nasib pedagang pasar yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pasar. Baca juga: Harga Telur di Pasar-pasar Jakarta Selatan Meroket hingga Rp34.000 per Kg
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Mujiburrohman mengatakan, kendala yang dihadapi pedagang pasar ini telah dialami selama satu tahun terakhir. Menurutnya, jauh sebelum kenaikan harga BBM terjadi, keadaan pasar sudah memprihatinkan.
"Pandemi sudah mereda, tapi kedatangan pengunjung ke pasar masih belum membaik juga. Sekarang pasar sudah sepi mulai dari jam dua, padahal masih banyak barang yang belum habis terjual," ungkapnya di Jakarta, Senin (3/10/2022).
Mujiburrohman menyoroti sepinya pasar dipicu oleh lemahnya daya beli masyarakat, dan ketidakstabilan harga yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan pokok dan BBM.
Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Don Muzakir mengatakan, saat ini pedagang pasar masih berusaha bangkit agar omzetnya kembali pulih setelah pandemi Covid-19. Namun, apabila pasar masih terus alami penurunan pengunjung sampai tahun depan, banyak pedagang yang dapat mengalami kerugian, bahkan gulung tikar.
Lihat Juga :