Fakta-fakta Mencengangkan Kerusuhan Suporter di Stadion Kanjuruhan yang Tewaskan 127 Orang

Minggu, 02 Oktober 2022 - 09:04 WIB
loading...
Fakta-fakta Mencengangkan...
Ratusan suporter tewas akibat kerusuhan selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pihak kepolisian disorot karena menembakan gas air mata ke tribun penonton. Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
A A A
SURABAYA - Kerusuhan suporter mewarnai akhir dari laga Arema FC versus Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Kerusuhan ini memakan korban jiwa 127 orang terdiri dari 125 orang suporter dan 2 anggota polisi. Selain itu sebanyak 180 orang harus dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Pilu! Ini Identitas 2 Polisi Meninggal saat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Berikut fakta-fakta kerusuhan suporter:
1. 127 Orang Tewas
Kerusuhan suporter sepakbola antara Arema FV versus Persebaya memakan korban jiwa sebanyak 127 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 125 korban dari penonton dan 2 korban lain adalah anggota polisi yang mengamankan jalannya pertandingan.

2. 34 Suporter Tewas di TKP
Dari 127 orang yang tewas, sebanyak 34 orang tewas di TKP dan sisanya meninggal dalam perawatan di sejumlah rumah sakit di Malang.

3. Kekecewaan Suporter
Kapolda Jatim Irjen Pol Niko Afinta dalam konferensi pers pasca kerusuhan menyebutkan jika tragedi ini dipicu kekecewaan suporter Arema FC setelah tim kesayangannya kalah melawan Persebaya dengan skor 3-2.

"Para penonton turun ke tengah lapangan, dan berusaha mencari para pemain untuk menanyakan kenapa sampai kalah, atau melampiaskan. Oleh karena itu pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan, dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan," ucap Nico Afinta

4. Polres Tulungagung Berduka
Dua polisi yang meninggal dunia dalam kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan adalah anggota Polres Tulungagung, yaitu Bripka Andik anggota Polsek Sumber Gempol dan Briptu Fajar Yoyok, anggota Polsek Dongko.

5. Korban Berdesakan
Banyaknya korban jiwa di kerusuhan pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya disebut karena efek berdesakan mencari pintu keluar. Hal ini terjadi saat meletupnya kerusuhan seusai dan lontaran gas air mata untuk menghalau ribuan Aremania yang merangsak dan menyerang pemain.

6. Kondisi Korban
Sebanyak 180 orang dirawat di rumah sakit dengan kondisi beragam, dari luka ringan hingga luka berat. Kebanyakan sesak nafas karena kekurangan oksigen. Ada juga yang harus menjalani operasi di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang karena patah tulang.

Baca juga: Alasan Polisi Tembakkan Gas Air Mata saat Kerusuhan Suporter di Stadion Kanjuruhan Malang

Diberitakan sebelumnya, Laga Arema FC versus Persebaya Surabaya diwarnai kerusuhan suporter . Sebanyak 127 orang tewas, terdiri dari 125 suporter dan dua dari unsur kepolisian.

Banyaknya korban jiwa di kerusuhan pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya disebut karena efek berdesakan mencari pintu keluar. Hal ini terjadi saat meletupnya kerusuhan seusai dan lontaran gas air mata untuk menghalau ribuan Aremania yang merangsak dan menyerang pemain.



"Para penonton turun ke tengah lapangan, dan berusaha mencari para pemain untuk menanyakan kenapa sampai kalah, atau melampiaskan. Oleh karena itu pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan, dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan," ucap Kapolda Irjen Pol Nico Afinta di Mapolres Malang, pada Minggu dini hari (2/10/2022).
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Amuk Massa di Stadion...
Amuk Massa di Stadion Lukas Enembe Jayapura, Ini Pemicunya
4 Polisi Korban Kerusuhan...
4 Polisi Korban Kerusuhan Suporter di Gresik Dirujuk ke Surabaya
Mencekam! Kerusuhan...
Mencekam! Kerusuhan Suporter Pecah di Gresik, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Penampakan Sidang Perdana...
Penampakan Sidang Perdana 8 Pelaku Perusakan Kantor Arema FC
Memalukan! Pemain Serang...
Memalukan! Pemain Serang Penonton, Pertandingan Sepak Bola di Lebak Berakhir Ricuh
Memalukan! Sepak Bola...
Memalukan! Sepak Bola Tarkam di Jember Ricuh, Pemain Lari ke Sawah
Profil Adhyaksa FC,...
Profil Adhyaksa FC, Klub Kejaksaan yang Jegal Persipura Promosi
Semen Padang Terancam...
Semen Padang Terancam Sanksi Berat Buntut Kerusuhan di Final Liga 2
Media Asing Soroti Kerusuhan...
Media Asing Soroti Kerusuhan Suporter di Laga PSIS Semarang vs PSS Sleman
Rekomendasi
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Berita Terkini
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved