Geger, Air Sungai Cilamaran Karawang Berwarna Merah Darah
Jum'at, 30 September 2022 - 15:26 WIB
loading...
Warga Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur dibuat geger karena air Sungai Cilamaran berwarna merah darah, Jumat (30/9/22). (Ist)
A
A
A
KARAWANG - Warga Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur dibuat geger karena air Sungai Cilamaran berwarna merah darah, Jumat (30/9/22).
Warga ketakutan karena sungai tersebut suka dimanfaatkan untuk mengairi sawah atau tempat bermain anak-anak.
Menurut Ketua RW 14, Kelurahan Palumbonsari, Aep Saepuloh, Sungai Cilamaran mendadak berwarna merah Jumat pagi pukul 6.00 WIB. Warga yang melihat itu kemudian melapor ke kantor RW. "Warga melaporkan kalau Sungai Cilamaran berwarna merah jadi kami langsung ke lokasi sungai," kata Aep.
Menurut Ae, warga kaget karena air sungai memerah seperti darah disangka air sungai telah tercemar. Padahal sebelumnya air sungai masih terlihat normal. "Warga takut jika air sungai itu tercemar limbah beracun. Makanya kami langsung melaporkan kasus ini ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH)," katanya.
Kemudian pihaknya berinisiatif mencari tahu sumber percemaran dengan menyisir pinggur sungai. Namun setelah ditelusuri diketahui penyebabnya dari salah satu gudang di Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur. "Sumbernya sudah ketemu berasal dari gudang tetangga desa," katanya.
Warga ketakutan karena sungai tersebut suka dimanfaatkan untuk mengairi sawah atau tempat bermain anak-anak.
Menurut Ketua RW 14, Kelurahan Palumbonsari, Aep Saepuloh, Sungai Cilamaran mendadak berwarna merah Jumat pagi pukul 6.00 WIB. Warga yang melihat itu kemudian melapor ke kantor RW. "Warga melaporkan kalau Sungai Cilamaran berwarna merah jadi kami langsung ke lokasi sungai," kata Aep.
Menurut Ae, warga kaget karena air sungai memerah seperti darah disangka air sungai telah tercemar. Padahal sebelumnya air sungai masih terlihat normal. "Warga takut jika air sungai itu tercemar limbah beracun. Makanya kami langsung melaporkan kasus ini ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH)," katanya.
Kemudian pihaknya berinisiatif mencari tahu sumber percemaran dengan menyisir pinggur sungai. Namun setelah ditelusuri diketahui penyebabnya dari salah satu gudang di Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur. "Sumbernya sudah ketemu berasal dari gudang tetangga desa," katanya.
Lihat Juga :