Arumi Bachsin: Generasi Muda Harus Sadar Gizi
Kamis, 29 September 2022 - 15:09 WIB
loading...
Ketua TP PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak. (Ist)
A
A
A
SURABAYA - Permasalahan gizi terhadap balita semakin kronis, permasalahan ini tak pernah putus. Diketahui hal tersebut disebabkan, asupan makanan yang tidak sesuai kandungan gizi masih lumrah di masyarakat sehingga pertumbuhan kognitif dan fisik pada anak terganggu.
Ketua TP PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, pada kesempatan Seminar Nasional "Aku, Kamu, Kita Generasi Sadar Gizi", yang diselenggarakan hasil kerjasama antara Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) dengan BEM Universitas Airlangga, menyampaikan pentingnya generasi muda untuk memulai intervensi sejak usia remaja, utamanya remaja putri yang akan jadi ibu di masa depan.
“Sebab, penting mempersiapkan sejak dini. Nantinya agar di masa depan, keturunan bisa bebas dari stunting,” ungkap Arumi pada kesempatan tersebut.
Seperti yang diketahui, saat ini prevalensi stunting di Jawa Timur mencapai 23,5% dari total penduduk. Sehingga untuk mencapai target nasional di tahun 2045 sebesar 14% perlu kerja ekstra dan bersinergi dengan banyak pihak.
“Jadi kami di PKK kalau dikerjakan sendiri ini akan terasa susah. Bukan tidak mungkin. Jadi kita harus bersinergi dengan banyak pihak terkait,” lanjut Arumi.
Ketua TP PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, pada kesempatan Seminar Nasional "Aku, Kamu, Kita Generasi Sadar Gizi", yang diselenggarakan hasil kerjasama antara Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) dengan BEM Universitas Airlangga, menyampaikan pentingnya generasi muda untuk memulai intervensi sejak usia remaja, utamanya remaja putri yang akan jadi ibu di masa depan.
“Sebab, penting mempersiapkan sejak dini. Nantinya agar di masa depan, keturunan bisa bebas dari stunting,” ungkap Arumi pada kesempatan tersebut.
Seperti yang diketahui, saat ini prevalensi stunting di Jawa Timur mencapai 23,5% dari total penduduk. Sehingga untuk mencapai target nasional di tahun 2045 sebesar 14% perlu kerja ekstra dan bersinergi dengan banyak pihak.
“Jadi kami di PKK kalau dikerjakan sendiri ini akan terasa susah. Bukan tidak mungkin. Jadi kita harus bersinergi dengan banyak pihak terkait,” lanjut Arumi.
Lihat Juga :