Prihatin, Begini Keseharian Orang Tua Siswi yang Tinggal di Bedeng Tanpa Listrik
Rabu, 28 September 2022 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau daun singkong paling juga Rp500, seikhlasnya saja. Singkong juga kalau dicabut (buahnya) enggak dihargain, ya sudah kita kasih terus dia ngasih ke kita, kadang ngasih Rp5.000," imbuhnya.
Jika waktu petang tiba, Karta dan istri sibuk bergantian turun ke bawah menuju sumber air milik perumahan. Keduanya menenteng ember besar, lalu mengambil air di sana guna kebutuhan mandi hingga memasak. Jarak sumber air lumayan jauh, yakni sekitar 200-an meter dengan sebagian jalan menurun tajam.
"Kalau saya paling satu dua ember sudah cukup, karena kaki saya enggak kuat naik ke atasnya. Nanti gantian sama istri atau anak saya," ucapnya.
Keadaan ini jadi motivasi tersendiri bagi Kardila. Dia terus tegar belajar meski dihimpit keterbatasan. Semua dilakukan agar kelak cita-citanya menjadi seorang dokter terwujud, hingga bisa merubah nasib keluarganya.
Jika waktu petang tiba, Karta dan istri sibuk bergantian turun ke bawah menuju sumber air milik perumahan. Keduanya menenteng ember besar, lalu mengambil air di sana guna kebutuhan mandi hingga memasak. Jarak sumber air lumayan jauh, yakni sekitar 200-an meter dengan sebagian jalan menurun tajam.
"Kalau saya paling satu dua ember sudah cukup, karena kaki saya enggak kuat naik ke atasnya. Nanti gantian sama istri atau anak saya," ucapnya.
Keadaan ini jadi motivasi tersendiri bagi Kardila. Dia terus tegar belajar meski dihimpit keterbatasan. Semua dilakukan agar kelak cita-citanya menjadi seorang dokter terwujud, hingga bisa merubah nasib keluarganya.
Lihat Juga :