Prihatin, Begini Keseharian Orang Tua Siswi yang Tinggal di Bedeng Tanpa Listrik
Rabu, 28 September 2022 - 11:33 WIB
loading...
Keseharian Kartajaya (57) dan Asni (45) di rumah bedengnya yang tanpa listrik di Kota Tangsel. Foto: MPI/Hambali
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Kartajaya (57) dan Asni (45) bertekad menyelesaikan pendidikan putri bungsunya, Kardila (15), yang masih duduk di kelas 3 SMPN 11, Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan ( Tangsel ). Mereka hidup dalam keprihatinan.
Tidak ada aliran listrik dalam bedeng yang letaknya diapit antara kebun singkong dan tepian curam tanah merah. lokasinya persis di sisi dinding pembatas milik pengembang di Kampung Ciater, Rawa Mekar Jaya, Serpong. Baca juga: Anies: Harmonisasi Beragama Itu Mirip Aliran Listrik
Selain bekerja sebagai sekuriti perumahan, Karta juga menghabiskan banyak waktu untuk berkebun di samping bedengnya. Tanaman singkong yang digarap di atas lahan pengembang itu tak banyak, hanya sekira 10 baris dengan luas tak sampai 100 meter.
"Kalau kerja lagi libur, ya inilah kita ngerjain singkong, macul, nanam singkong. Entar kalau udah jadi, udah gede, kadang-kadang daunnya bisa dijual, kita kumpulin kalau udah banyak kita jual. Kalau udah ada buahnya ya buahnya kita jual," tutur Karta di Tangsel, Rabu (28/9/2022).
Hasil penjualan tanaman singkong digunakan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Seikat daun singkong rata-rata dijual seharga Rp500, sedang buah singkong dijual seikhlasnya pada pembeli yang datang.
Tidak ada aliran listrik dalam bedeng yang letaknya diapit antara kebun singkong dan tepian curam tanah merah. lokasinya persis di sisi dinding pembatas milik pengembang di Kampung Ciater, Rawa Mekar Jaya, Serpong. Baca juga: Anies: Harmonisasi Beragama Itu Mirip Aliran Listrik
Selain bekerja sebagai sekuriti perumahan, Karta juga menghabiskan banyak waktu untuk berkebun di samping bedengnya. Tanaman singkong yang digarap di atas lahan pengembang itu tak banyak, hanya sekira 10 baris dengan luas tak sampai 100 meter.
"Kalau kerja lagi libur, ya inilah kita ngerjain singkong, macul, nanam singkong. Entar kalau udah jadi, udah gede, kadang-kadang daunnya bisa dijual, kita kumpulin kalau udah banyak kita jual. Kalau udah ada buahnya ya buahnya kita jual," tutur Karta di Tangsel, Rabu (28/9/2022).
Hasil penjualan tanaman singkong digunakan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Seikat daun singkong rata-rata dijual seharga Rp500, sedang buah singkong dijual seikhlasnya pada pembeli yang datang.
Lihat Juga :