World Tourism Day 2022, Menparekraf Sandiaga Uno Optimistis Bawa Dampak Positif Kebangkitan Sektor Pariwisata
Selasa, 27 September 2022 - 18:29 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno berbicara di Forum Menteri Pariwisata (Tourism Ministerial Meeting) negara anggota G20 di Nusa Dua, Bali, Senin (26/9/2022). Foto/Ist
A
A
A
DENPASAR - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berharap peringatan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) 2022 di Bali akan membawa dampak positif bagi kebangkitan sektor pariwisata pasca pandemi.
Harapan itu sesuai dengan kesepakatan Bali Guidelines yang dilahirkan dalam Forum Menteri Pariwisata G20. Lima kerangka aksi Bali Guidelines disepakati dalam forum Tourism Ministerial Meeting di Bali. Di antaranya penguatan UMKM, penguatan SDM, keberpihakan kepada kaum muda dan perempuan, digitalisasi dan ekonomi hijau melalui desa wisata berkelanjutan.
Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno: World Tourism Day Momentum Pulihkan Pariwisata yang Manusiawi
"Bali guidelines akan fokus kepada komunitas dan UMKM," kata Sandiaga di puncak peringatan World Tourism Day di Nusa Dua, Bali, Selasa (27/9/2022).
Poin yang sangat menarik dalam Bali Guidelines yaitu mengenai lapangan kerja. "Jadi bagaimana lapangan kerja di sektor pariwisata itu bukan yang tidak memberdayakan, tapi ke depan harus berkualitas yang memberikan peningkatan penghasilan dan kesejahteraan," ujarnya.
Harapan itu sesuai dengan kesepakatan Bali Guidelines yang dilahirkan dalam Forum Menteri Pariwisata G20. Lima kerangka aksi Bali Guidelines disepakati dalam forum Tourism Ministerial Meeting di Bali. Di antaranya penguatan UMKM, penguatan SDM, keberpihakan kepada kaum muda dan perempuan, digitalisasi dan ekonomi hijau melalui desa wisata berkelanjutan.
Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno: World Tourism Day Momentum Pulihkan Pariwisata yang Manusiawi
"Bali guidelines akan fokus kepada komunitas dan UMKM," kata Sandiaga di puncak peringatan World Tourism Day di Nusa Dua, Bali, Selasa (27/9/2022).
Poin yang sangat menarik dalam Bali Guidelines yaitu mengenai lapangan kerja. "Jadi bagaimana lapangan kerja di sektor pariwisata itu bukan yang tidak memberdayakan, tapi ke depan harus berkualitas yang memberikan peningkatan penghasilan dan kesejahteraan," ujarnya.
Lihat Juga :