ABG di Bali Rela Dibawa Lari dan Layani Birahi Pria Berumur hingga Hamil 2 Bulan

Selasa, 27 September 2022 - 10:25 WIB
loading...
ABG di Bali Rela Dibawa Lari dan Layani Birahi Pria Berumur hingga Hamil 2 Bulan
Wayan Simpen (baju orange) saat diamankan petugas di Polres Buleleng Bali karena membawa lari dan menghamili remaja 14 tahun.
A A A
DENPASAR - Seorang remaja 14 tahun di Buleleng, Bali, rela dibawa lari pria berumur hingga hamil dua bulan. Mirisnya, perbuatan keduanya dilakukan atas dasar suka sama suka.

Pelaku, Wayan Simpen (49), kini ditahan dengan tuduhan melarikan dan menyetubuhi anak di bawah umur. "Korban dibawa lari 23 Juli 2022 dan ditemukan 5 September 2022," kata Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Hadimastika, Selasa (27/9/2022).

Dia menjelaskan, pelaku menjemput ke rumah korban tanpa sepengetahuan orang tuanya. Keduanya lalu mencari sebuah penginapan di daerah Banjar, Bulekeng, dan melakukan persetubuhan .

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno: Indonesia Tuan Rumah Hari Pariwisata Dunia

Keesokan harinya, dua pasangan yang terpaut jauh usia ini menuju ke sebuah rumah kontrakan di daerah Tabanan. Di sana, keduanya kembali bersetubuh.

Usai dari Tabanan, keduanya lalu pindah ke Denpasar dan Klungkung. Polisi melakukan pencarian setelah menerima laporan dari orangtua korban.

Setelah 1,5 bulan dicari, korban akhirnya ditemukan pada 5 September 2022 lalu. "Dari keterangan korban, pelaku akhirnya diamankan," ujar Hadimastika.

Akibat perbuatan pelaku yang menyetubuhi korban berulang kali, korban saat ini diduga telah hamil dua bulan. "Hasil secara resmi masih menunggu hasil VER," imbuhnya.

Menurut Hadimastika, meskipun perbuatan yang dilakukan atas dasar suma sama suka, karena korban adalah anak dibawah umur, maka pelaku tetap dapat disangkakan tindak pidana.

"Dikenakan pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak atau pasal 6 huruf c UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun," pungkas Hadimastika.
(msd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1066 seconds (10.55#12.26)