Britney Spears Ternyata Pelanggan Furnitur dari Semarang
Jum'at, 03 Juli 2020 - 16:06 WIB
loading...
A
A
A
Martha menerangkan bahwa pabrik furnitur tersebut telah beroperasi di Genuk sejak 2001. Sebelumnya, pabrik itu beroperasi di Jepara sejak 1997. Pabrik bergerak di bidang desain dan pembuatan produk furnitur berbahan dasar kayu. "Produk kami 100 persen ekspor, mayoritas ke Amerika, sisanya ke Eropa, Timur Tengah dan Asia. Dalam waktu dekat, kami juga akan mulai membuka pasar dalam negeri untuk memenuhi permintaan yang juga cukup besar," kata Martha.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang datang ke lokasi melihat setiap sudut pabrik furnitur yang cukup besar itu. Tak lupa, dia juga mengecek protokol kesehatan yang diterapkan perusahaan itu pada karyawannya saat ratusan karyawan baru masuk kerja. "Saya kira ini pabrik gula atau bangunan tua tak berpenghuni, ternyata di dalamnya bagus sekali, dan ada kegiatan industrinya. Saya sering lho bersepeda di depan sini," katanya.
Ganjar mengaku kagum setelah menyusuri beberapa bagian pabrik tersebut. Selain bangunan khas Eropa dengan desain yang tidak biasa, semua produk di pabrik itu juga dibuat dengan sangat detail dan berkualitas tinggi. "Sebenarnya, dengan melihat ini kita jadi tahu bahwa produk kita cukup berkualitas. Kita bisa tunjukkan pada dunia, bahwa produk furnitur asal Jateng berkelas," kata Ganjar.
Di pabrik itu, Ganjar melihat seluruh produknya adalah pesanan dari luar negeri. Brand pabrik tersebut ternyata telah terkenal di negara-negara besar itu. "Inilah yang akan kita dorong, sehingga perusahaan seperti ini terus bisa bangkit. Sambil tadi saya ngecek protokol kesehatannya dan ternyata sudah diterapkan sangat bagus. Saya harap pabrik ini tidak berhenti dan terus berkembang," tandasnya.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang datang ke lokasi melihat setiap sudut pabrik furnitur yang cukup besar itu. Tak lupa, dia juga mengecek protokol kesehatan yang diterapkan perusahaan itu pada karyawannya saat ratusan karyawan baru masuk kerja. "Saya kira ini pabrik gula atau bangunan tua tak berpenghuni, ternyata di dalamnya bagus sekali, dan ada kegiatan industrinya. Saya sering lho bersepeda di depan sini," katanya.
Ganjar mengaku kagum setelah menyusuri beberapa bagian pabrik tersebut. Selain bangunan khas Eropa dengan desain yang tidak biasa, semua produk di pabrik itu juga dibuat dengan sangat detail dan berkualitas tinggi. "Sebenarnya, dengan melihat ini kita jadi tahu bahwa produk kita cukup berkualitas. Kita bisa tunjukkan pada dunia, bahwa produk furnitur asal Jateng berkelas," kata Ganjar.
Di pabrik itu, Ganjar melihat seluruh produknya adalah pesanan dari luar negeri. Brand pabrik tersebut ternyata telah terkenal di negara-negara besar itu. "Inilah yang akan kita dorong, sehingga perusahaan seperti ini terus bisa bangkit. Sambil tadi saya ngecek protokol kesehatannya dan ternyata sudah diterapkan sangat bagus. Saya harap pabrik ini tidak berhenti dan terus berkembang," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :