Antisipasi Tawuran Pelajar di Surabaya, Sahabat Satpol PP Goes To School
Sabtu, 24 September 2022 - 07:59 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa kali saat rapat koordinasi bersama, Eddy telah menyampaikan kepada camat agar meneruskannya kepada para orang tua untuk memperhatikan anak-anaknya. Sebab, keamanan dan perlindungan anak itu juga menjadi tanggung jawab bersama.
"Jadi menjadi tanggung jawab semuanya. Baik itu pemerintah, orang tua, guru, maupun lingkungan harus saling membantu dalam rangka melindungi anak dan menciptakan ketentraman dan ketertiban," jelasnya.
Sementara di tempat terpisah, Ketua RT 3 RW 1 Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo Surabaya, Hery Prasetyo menilai, salah satu penyebab terjadinya tawuran antar pelajar adalah kurangnya kegiatan positif di sekolah. Selain itu disebabkan juga karena pengaruh negatif dari media sosial.
"Kalau sering berkegiatan positif di sekolah, maka untuk berpikir negatif itu berkurang. Penyebab lain adalah bagian dari dampak negatif dari sosial media, akhirnya terjadi tawuran," kata Pras, panggilan lekatnya.
Karena itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Jagir Surabaya itu juga mengatakan bahwa perlu adanya sebuah tempat bagi para pelajar untuk mengekspresikan dirinya. Wadah tersebut dapat berupa suatu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
"Karena kalau orang usia sebaya itu akan lebih mudah diajak, seperti para pelajar di sekolah. Jadi mungkin bisa dibuatkan kegiatan-kegiatan positif. Ada kalanya juga anak-anak ini perlu diberikan apresiasi melalui kegiatan di sekolah yang bersifat positif," terangnya.
Sebagai salah satu tokoh pemuda di Kota Surabaya, Pras pun turut mengimbau para orang tua agar memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya dalam hal kegiatan positif. Karena menurutnya, tidak semuanya kegiatan yang dilakukan anak-anak di luar rumah atau sekolah itu bersifat negatif.
"Tapi ya tolong tetap dikontrol juga anak-anaknya. Jangan kemudian setiap hari dimarahi sehingga membuat anak stres yang justru ke luar rumah untuk mencari tempat pelarian. Jadi, anak-anak itu memang harus diberi kasih sayang baik saat di rumah, sekolah, serta lingkungannya," katanya.
"Jadi menjadi tanggung jawab semuanya. Baik itu pemerintah, orang tua, guru, maupun lingkungan harus saling membantu dalam rangka melindungi anak dan menciptakan ketentraman dan ketertiban," jelasnya.
Sementara di tempat terpisah, Ketua RT 3 RW 1 Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo Surabaya, Hery Prasetyo menilai, salah satu penyebab terjadinya tawuran antar pelajar adalah kurangnya kegiatan positif di sekolah. Selain itu disebabkan juga karena pengaruh negatif dari media sosial.
"Kalau sering berkegiatan positif di sekolah, maka untuk berpikir negatif itu berkurang. Penyebab lain adalah bagian dari dampak negatif dari sosial media, akhirnya terjadi tawuran," kata Pras, panggilan lekatnya.
Karena itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Jagir Surabaya itu juga mengatakan bahwa perlu adanya sebuah tempat bagi para pelajar untuk mengekspresikan dirinya. Wadah tersebut dapat berupa suatu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
"Karena kalau orang usia sebaya itu akan lebih mudah diajak, seperti para pelajar di sekolah. Jadi mungkin bisa dibuatkan kegiatan-kegiatan positif. Ada kalanya juga anak-anak ini perlu diberikan apresiasi melalui kegiatan di sekolah yang bersifat positif," terangnya.
Sebagai salah satu tokoh pemuda di Kota Surabaya, Pras pun turut mengimbau para orang tua agar memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya dalam hal kegiatan positif. Karena menurutnya, tidak semuanya kegiatan yang dilakukan anak-anak di luar rumah atau sekolah itu bersifat negatif.
"Tapi ya tolong tetap dikontrol juga anak-anaknya. Jangan kemudian setiap hari dimarahi sehingga membuat anak stres yang justru ke luar rumah untuk mencari tempat pelarian. Jadi, anak-anak itu memang harus diberi kasih sayang baik saat di rumah, sekolah, serta lingkungannya," katanya.
(don)
Lihat Juga :